MUI Kabupaten Bekasi Keluarkan Seruan Salat Jumat Diganti Dzuhur

Wisnu Yusep, Okezone · Jum'at 03 April 2020 04:09 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 04 03 338 2193308 mui-kabupaten-bekesi-keluarkan-seruan-salat-jumat-diganti-dzuhur-eD8XaiS2gI.jpg ilustrasi

BEKASI - Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Bekasi, Jawa Barat mulai mengeluarkan seruan agar Salat Jumat untuk sementara ini diganti dengan Salat Dzuhur di rumah masing-masing. Itu dilakukan untuk menekan peredaran virus corona atau covid-19.

"Sampai menunggu maklumat selanjutnya, maka silakan melaksanakan Salat Dzuhur di rumah masing-masing sebagai gantinya," kata Ketua MUI Kabupaten Bekasi KH M Amin Noer, Kamis (2/4/2020).

Seruan meniadakan Salat Jumat itu usai menggelar rapat bersama instansi terkait pada Selasa 31 Maret 2020. Hasilnya diputuskan akan mulai diberlakukan pada tanggal 9 Syaban 1441 Hijriah bertepatan 3 April 2020 mendatang.

Surat seruan bernomor 48/MUI/KAB-BKS/III/2020 perihal penyelenggaraan ibadah berjamaah itu sejalan dengan Fatwa MUI Pusat Nomor 14 Tahun 2020 tentang penyelenggaraan ibadah dalam situasi terjadi wabah virus corona.

"Seruan ini diputuskan setelah mendengar keterangan Dinas Kesehatan, IDI, Polres, serta Kementerian Agama mengenai penyebaran Covid-19 di Kabupaten Bekasi yang semakin meningkat penyebarannya hingga sudah dikategorikan masuk zona merah," jelas dia.

Upaya ini, kata dia dilakukan untuk mencegah sekaligus memutus rantai penyebaran virus berbahaya yang sudah menyebar hampir di seluruh penjuru wilayah itu melalui peniadaan berkumpulnya orang banyak.

"Seruan ini berlaku bagi segenap pengurus masjid, khatib, dan seluruh umat islam di Kabupaten Bekasi," kata dia.

Dia mengimbau agar pengurus masjid tetap mengumandangkan adzan sebagai tanda waktu masuk salat lima waktu dan senantiasa menjaga kebersihan atau melakukan sterilisasi masjid.

Dia meminta seluruh umat islam agar semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan menjalankan ibadah shalat lima waktu dan melaksanakan ibadah wajib lainnya serta senantiasa berdoa dan berzikir kepada Allah SWT agar diberikan perlindungan dan keselamatan dari wabah Covid-19.

Baca Juga : Masuki "Bulan Kering", Tim Patroli Kebakaran Hutan Dikerahkan

Dilansir dari laman pikokabsi.bekasikab hingga Rabu 1 April 2020 pukul 08.15 WIB tercatat 759 warga Kabupaten Bekasi berstatus orang dalam pemantauan (ODP) dan 148 lainnya dikategorikan pasien dalam pengawasan (PDP).

Dari laman itu juga diketahui jumlah orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 berjumlah 22 orang dengan rincian 15 orang dirawat, 3 sembuh, dan 4 orang meninggal dunia. (aky)

(put)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini