Keluh Kesah Pedagang Gado-Gado Sepi Pembeli di Tengah Pandemi Corona

Harits Tryan Akhmad, Okezone · Jum'at 03 April 2020 13:17 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 03 338 2193526 keluh-kesah-pedagang-gado-gado-sepi-pembeli-di-tengah-pandemi-corona-AKPfuk0Ca0.jpg Rahman, pedagang gado-gado. (Foto: Okezone.com/Harits Tryan)

JAKARTA - Virus corona (Covid-19) di Indonesia berdampak pada pekerja harian, salah satunya pedagang makanan. Omzet mereka pun turun, bahkan tak jarang merugi.

Hal itulah yang dialami oleh Rahman, pedagang gado-gado di Jalan Kavlink Keuangan, Kedaung, Tangerang Selatan.

Rahman sudah berjualan gado-gado sejak 1994. Selama 26 tahun berjualan, dia mengaku tak pernah mengalami penurunan omzet dagangan secara drastis seperti saat ini.

Sebelum virus corona muncul, hampir setiap hari dagangannya ludes diburu masyarakat sekitar tempat dia berjualan.

“Sekarang mah omzet saya turun banget. Jadi yang beli sepi dan kadang habis, kadang enggak,” kata Rahman saat berbincang dengan Okezone, Jumat (3/4/2020).

Penurunan omzet dagangan karena masyarakat yang enggan keluar rumah, sebagai upaya menjalankan physical distancing guna memutus rantai corona.

Baca juga: Tak Patuhi PSBB, 19 Orang Diamankan Polisi

Meski kondisi sulit, Rahman mengaku menerima konsekwensi dari merebaknya virus yang telah menyasar hampir ke seluruh penjuru dunia itu.

“Ya mau enggak mau harus menerima,” imbuhnya.

(Foto: Okezone.com/Harits Tryan)

Guna mencegah tertular virus corona, Rahman kini berjualan dengan mengenakan masker. Dia juga mengikuti anjuran pemerintah dengan muncuci tangan sehabis menerima uang dari pelanggannya.

“Jadi ngeri juga sih, tapi ya gimana kita harus mencari uang buat keluarga” kata dia.

Tetap Mudik

Rahman mengaku akan tetap mudik ke Cirebon, Jawa Barat dalam waktu dekat. Selain karena omzet dagangan yang menurut akibat corona, juga karena memang sudah rutinitasnya sebelum menyambut Ramadan.

“Istri dan anak sih tinggal dikampung. Jadi ya pulang kampung lah dalam waktu dekat,” kata dia. 

Pemerintah sendiri tak melarang, namun mengimbau masyarakat tidak mudik ke kampung halaman, di tengah pandemi virus corona. Masyarakat yang kembali ke kampung halaman otomatis jadi orang dalam pengawasan (ODP) dan harus mengisolasi diri selama 14 hari.

Rahman pun mengaku akan menerapkan anjuran pemerintah tersebut. “Sebetulnya mau pulang kampung takut ditolak, jadi yang mencoba pulang kampung. Walaupun harus isolasi diri dulu selama 14 hari,” ujarnya.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini