nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pemprov DKI Minta Waktu Pendataan Program Kartu Prakerja Diperpanjang

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Senin 06 April 2020 08:38 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 04 06 338 2194667 pemprov-dki-minta-waktu-pendataan-program-kartu-prakerja-diperpanjang-pAc0Sxv0xr.jpg Ilustrasi pekerja. (Foto: Dok Okezone)

JAKARTA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meminta pemerintah pusat memperpanjang waktu pendaftaran untuk program Kartu Prakerja bagi mereka yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK) dan dirumahkan tanpa menerima upah imbas pandemi corona virus disease (covid-19).

Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi DKI Jakarta Andri Yansyah meminta waktu pendaftaran diperpanjang lantaran pihaknya khawatir masih banyak pekerja yang belum mendaftar. Pasalnya, waktu pendaftaran program tersebut dinilai terlalu singkat.

Pendaftaran baru dilakukan setelah Andri melakukan video conference dengan Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah pada Rabu 1 April 2020. Sementara pendaftaran program tersebut sudah ditutup pada Sabtu 4 April.

"Melihat waktunya yang sangat mepet, kami minta dari kementerian memberikan waktu tambahan," ujar Andri, Senin (6/4/2020).

Disnaker berharap pemerintah pusat memberikan waktu tambahan satu pekan ke depan guna memperpanjang pendaftaran program Kartu Prakerja. Dengan begitu, para pekerja yang belum terdata bisa langsung mendaftarkan diri.

"Waktu tambahan itulah yang kami gunakan untuk menyisir, siapa tahu ada pekerja yang masih belum mengetahui Kartu Prakerja, untuk segera meng-input data," kata Andri.

Hingga pendaftaran ditutup terdapat sebanyak 162.416 pekerja dari 18.045 perusahaan yang telah melapor di-PHK dan dirumahkan dengan rincian 30.137 pekerja dari 3.348 perusahaan di-PHK, sementara 132.279 pekerja dari 14.697 perusahaan dirumahkan tanpa upah.

Disnaker akan melaporkan data tersebut ke pemerintah pusat. Pemerintah pusat nantinya memverifikasi data tersebut untuk memberikan insentif melalui program Kartu Prakerja kepada para pekerja yang di-PHK dan dirumahkan.

Sebelumnya pemerintah menyatakan akan mempercepat penyaluran bantuan Kartu Prakerja di tengah pandemi virus corona. Langkah ini untuk mengantisipasi para pekerja yang terkena PHK dan dirumahkan tanpa menerima upah.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan peserta program Kartu Prakerja akan mendapat insentif dan bantuan pelatihan dengan total Rp3.550.000.

Rinciannya insentif yang diterima peserta Kartu Prakerja meliputi biaya bantuan pelatihan sebesar Rp1 juta, lalu insentif penuntasan pelatihan sebesar Rp600 ribu selama empat bulan, dan insentif survei kebekerjaan Rp150 ribu.

Selain itu, setiap peserta program Kartu Prakerja hanya dapat mengikuti program sebanyak satu kali. Insentif tersebut akan dibayarkan setelah peserta menyelesaikan minimal satu kali pelatihan.

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini