Bakal Terapkan PSBB, Airin Diingatkan soal Pemenuhan Bahan Pokok di Tangsel

Hambali, Okezone · Rabu 08 April 2020 13:54 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 08 338 2196060 bakal-terapkan-psbb-airin-diingatkan-soal-pemenuhan-bahan-pokok-di-tangsel-obCApkAnbB.jpg Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany. (Foto: Hambali/Okezone)

TANGSEL – Pemerintah Kota Tangerang Selatan sedang berkonsultasi dengan Pemerintah Provinsi Banten dan pusat untuk menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dalam mencegah persebaran corona virus disease atau covid-19.

Kota Tangsel sendiri masuk status zona merah pandemi virus corona. Peningkatan kasusnya berlangsung signifikan. Data terakhir pada Selasa 7 April 2020 menyatakan ada 36 pasien PDP dan positif meninggal dunia.

Bagaimanapun penerapan PSBB guna memutus rantai persebaran covid-19 bukan hal mudah. Banyak faktor yang harus dimatangkan dan diantisipasi agar masyarakat tidak semakin tertekan di tengah wabah virus corona.

"Warga yang termasuk ekonomi rentan, di masa serba-terbatas, sangat perlu dibantu oleh pemerintah pusat maupun daerah. Salah satu fokusnya terhadap hal itu. Kami mendorong Pemkot Tangsel dapat fokus terhadap bantuan kebutuhan pokok ini, selain fokus utama yaitu pencegahan dan penanganan covid-19," kata Ketua Fraksi PSI DPRD Kota Tangsel Ferdiansyah kepada Okezone, Rabu (8/4/2020).

Dia melanjutkan, virus corona tidak hanya berdampak langsung pada aspek kesehatan, tapi juga sendi kehidupan lain, terutama perekonomian. Di mana pemutusan hubungan kerja (PHK) tidak bisa lagi dibendung akibat situasi ekonomi yang tak menentu.

"Dana Rp47 miliar yang sudah dialokasikan terkait covid-19 dirasa belum berdampak bagi warga. Terlebih pemenuhan kebutuhan pokok, karena semua dibatasi, apalagi segera diberlakukannya PSBB oleh pemerintah pusat dan daerah. Maka sudah tentu Pemkot (Tangsel) menjamin terkait pemenuhan kebutuhan pokok ini," tegasnya.

Ia membeberkan, berdasarkan data Dinas Sosial Kota Tangsel terdapat sekira 1,64 persen dari populasi penduduk sebanyak sekira 1,6 juta jiwa yang masuk kelompok ekonomi rentan. Mereka akan merasakan dampak langsung akibat wabah corona ini.

"Jadi Pemkot (Tangsel) tidak hanya melakukan penyemprotan disinfektan dan penyediaan APD bagi tenaga medis, namun juga pemenuhan kebutuhan pokok ini menjadi penting," ungkapnya.

Sementara Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany mengatakan sudah mengirim surat ke Pemprov Banten terkait pemberlakuan PSBB. Namun, dia optimis bahwa dengan atau tanpa PSBB upaya pencegahan corona bisa dilakukan asalkan protokol kesehatan dijalani secara bersama.

"Kami lagi menunggu arahan dari provinsi. Analisis sudah kita lakukan. Tangsel sudah daerah pandemi dan masuk zona merah. Ya kita jalani saja apa yang terbaik. Pertama, kita mulai dari hulu dan hilir. Ada atau tidak PSBB harus mulai kita lakukan. Bagaimana melakukan pencegahan, jaga jarak, cuci tangan, bagaimana diam di rumah. Kalau enggak perlu-perlu amat, enggak keluar," ucapnya.

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini