Pesan Berantai Kendaraan Dilarang Masuk Depok Dipastikan Hoaks!

Wahyu Muntinanto, Okezone · Minggu 12 April 2020 18:13 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 12 338 2198023 pesan-berantai-kendaraan-dilarang-masuk-depok-dipastikan-hoaks-sZHhUGgWR5.jpg Ilustrasi

DEPOK - Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyetujui usulan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kawasan DKI Jakarta, Bogor, Depok dan Bekasi (Jabodebek). Sejumlah wilayah tersebut diklaim sebagai pusat Pandemi virus Corona atau corona virus disease (Covid-19) di Indonesia

Peraturan PSBB dibuat untuk memutus rantai persebaran virus corona yang semakin masif, salah satu peraturanya Physical dan sosial distancing kepada masyarakat. Jakarta yang menjadi Ibu Kota negara terlebih dahulu menerapkan kebijakan itu, kemudian disusul wilayah sekitarnya yang berbatasan langsung.

Namun setelah disetujui, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil rencananya baru bisa menerapkan peraturan PSBB di wilayah satelit Ibu Kota pada Rabu 15 April 2020.

Meskipun belum diterapkan, jagat media sosial dihebohkan dengan pesan berantai yang menyatakan pintu masuk Kota Depok dijaga ketat dan kendaraan dialihkan. Bahkwan jalur protokol dibuat seteril atau dilarang melintas .

"Pesan berantai itu hoaks!" kata Kasat Lantas Polres Depok Kompol Sutomo kepada Okezone, Minggu (12/4/2020).

Berikut pesan berantai dimedia sosial yang tersebar ke masyarakat:

PSBB di Kota Depok , berlaku mulai hari ini. dari lenteng Agung di sekat, tdk boleh masuk ke Jln Margonda, diarahkan ke jln Komjen Yasin,

yang dari Citayem di sekat di tanjakan GDC, yg mau ke jln MARGONDA dibuang ke arah GDC kali mulya,

jln . A Rahman hakim di sekat dari Beji , tdk boleh masuk ke jln Margonda. jln Margonda juanda , di sekat , tdk boleh mobil luar Depok masuk ke Depok, dibuang ke jln Juanda, jl.dahlia disekat mirip di GDC:

Pelaksanakan mulai hari minggu 12 april 2020, sampai situasi aman terkendali.

Baca Juga : Pandemi Covid-19, Pengajuan PSBB Provinsi Banten Diproses Kemenkes 

Sebelumnya diberitakan, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dalam Instagram resminya, Kang Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, mengungkapkan, para kepala daerah wilayah tersebut akan koordinasi dengan gubernur dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jawa Barat

"Besok Senin dan Selasa adalah persiapan dan sosialisasi kepada masyarakat terdampak. Kemungkinan Rabu atau Kamis, penerapan PSBB akan dimulai," katanya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini