Share

Pemkot Bekasi Pastikan Penerapan PSBB Pekan Depan

Wisnu Yusep, Okezone · Minggu 12 April 2020 21:19 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 12 338 2198079 pemkot-bekasi-pastikan-penerapan-psbb-pekan-depan-NVt2bZYyI3.jpg Foto: Illustrasi Okezone.com

BEKASI - Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat akan memberlakukan status pembatasan sosial berskala besar (PSBB), dengan penerapan sanksi hukum kepada para pelanggarnya pada Rabu 15 April 2020.

Hal itu sesuai dengan persetujuan pemerintah pusat yang tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan Sabtu 11 April 2020 kemarin.

"Kemungkinannya hari Rabu tapi bisa juga Kamis. Yang pasti pekan depan," katanya di Bekasi, Minggu (12/4/2020).

 psbb

Mengenai teknis penerapan PSBB sama dengan DKI Jakarta, mengingat semua wilayah penyangga DKI Jakarta juga akan meniru hal sama dalam penerapannya.

"DKI Jakarta juga mengajak semua daerah mitra di Bodebek menerapkan PSBB yang sama," ucapnya.

PSBB di Kota Bekasi rencananya akan berlaku selama 14 hari, terhitung sejak hari pertama diterapkan. Tetapi, apabila belum mendapatkan perkembangan yang signifikan maka akan diperpanjang.

"Sebelum diterapkan, Kota Bekasi mempunyai waktu dua hari yakni Senin dan Selasa depan untuk melakukan sosialisasi penerapan PSBB ini," jelasnya.

Pria yang disapa Pepen itu menjelaskan, saat ini Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkomimda) Kota Bekasi sedang mempersiapkan tahapan penerapan termasuk mendata 22 titik perbatasan yang akan menjadi titik siaga petugas dalam pengawasan lalu lintas kendaraan dari dan menuju DKI Jakarta.

Titik-titik perbatasan yakni Pondok Gede, Bintara, dan Medan Satria yang berbatasan langsung dengan DKJ Jakarta.

Kemudian Bulak Kapal, Bantargebang dan Bekasi Utara yang berbatasan dengan Kabupaten Bekasi, juga Jatiranggon dan Kranggan yang berbatasan dengan Bogor dan Depok.

"Kita juga tengah matangkan terkait data sosial safety net untuk bantuan langsung tunai kepada warga melalui pendataan langsung serta koordinasi dengan kementerian terkait karena ini juga menjadi perhatian pusat," kata dia.

Berdasarkan data hingga Minggu (12/4/2020) tercatat 134 orang terkonfirmasi positif virus corona dimana 27 orang di antaranya dinyatakan sembuh. Kemudian Pasien Dalam Pengawasan (PDP) berjumlah 289 orang dan Orang Dalam Pemantauan (ODP) 793 orang.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini