Soal Anarko, Airin: Lawan Kita Covid-19, Jangan Terpengaruh Provokasi!

Hambali, Okezone · Senin 13 April 2020 23:26 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 13 338 2198687 soal-anarko-airin-lawan-kita-covid-19-jangan-terpengaruh-provokasi-xQrO7YthIT.jpg Wali Kota Tangsel, Airin Rachmi Diany (Okezone)

TANGERANG SELATAN - Baru-baru ini, aksi vandalisme sekelompok remaja terjadi di wilayah Kota Tangerang. Para pelaku yang berjumlah 5 orang, mencoret-coret dinding banyak tempat dengan ajakan provokatif, yakni melakukan pembakaran dan penjarahan.

Apa yang dilakukan para pelaku rupanya nyaris serentak terjadi pula pada daerah lain, misalnya di Kota Malang, Jawa Timur.

Bahkan Kapolda Metro Jaya, Irjen Nana Sudjana mengungkap, bahwa kelompok Anarko sempat merencanakan aksi penjarahan dan pembakaran sejumlah kota besar di Pulau Jawa, pada 18 April 2020.

Mewaspadai aksi Anarko itu terjadi di Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Wali Kota Airin Rachmi Diany menyebut bahwa dirinya telah berdiskusi dengan aparat kepolisian dan TNI. Hasilnya, semua tindakan provokasi akan mendapat tindakan tegas aparat keamanan.

"Mengenai vandalisme, kami sudah diskusi banyak dengan pihak TNI dan Polri. Kami serahkan sepenuhnya pada mereka, karena mereka lebih berpengalaman," kata Airin di Balai Kota Tangsel, Ciputat, Senin (13/4/2020).

Menurutnya, upaya provokasi sama sekali tak menguntungkan bagi siapapun. Jika terjadi kekacauan, maka lagi-lagi justru masyarakat lah yang menjadi korban. Kata dia, saat ini hal yang bermanfaat adalah bagaimana menyatukan barisan bersama-sama melawan penyebaran Covid-19.

"Kuncinya kita berharap, lawan kita sama yaitu Covid-19 yang tak terlihat. Sekarang bagaimana kita bisa memutus mata rantai itu. Masyarakat jangan terpengaruh dan terprovokasi, karena yang rugi nanti kita," terangnya.

Airin tak menampik kemunculan upaya kelompok Anarko mencari kesempatan di tengah wabah Covid-19. Dia pun mengimbau kepada masyarakat luas, agar segera melapor jika mendapati gerak-gerik yang mengarah pada upaya provokasi.

"Kalau ada provokator laporkan saja," tegasnya.

Kota Tangsel sendiri bersama Kota Tangerang dan Kabupaten Tangerang akan serentak memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada Sabtu 18 April 2020. Saat ini prosesnya sedang menunggu draf Peraturan Gubernur (Pergub) oleh Provinsi Banten.

Jika PSBB telah berjalan, maka legalitas bagi pembatasan aktiftas masyarakat yang telah berjalan lebih efektif. Meskipun sebelumnya telah dilaksanakan, seperti sekolah dan bekerja dari rumah, beribadah di rumah, dan pembatasan lainnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini