Polda Metro Bentuk Timsus Patroli Gangguan Kamtibmas saat PSBB

Achmad Fardiansyah , Okezone · Selasa 14 April 2020 22:05 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 14 338 2199250 polda-metro-bentuk-timsus-patroli-gangguan-kamtibmas-saat-psbb-EQdNQZP2X7.jpg PSBB di Jakarta (foto: Okezone.com/Arif Julianto)

JAKARTA - Direktur Samapta Polda Metro Jaya, Kombes Mohamad Ngajib mengatakan, terkait program dan tugas-tugas di tengah pandemi Covid-19, jajarannya proaktif mengantisipasi terjadinya kerawanan sosial pada masa Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) di Jakarta.

“Kami melakukan beberapa kegiatan yang sifatnya pencegahan terhadap gangguan Kamtibmas yang terjadi di wilayah Jakarta. Di antaranya patroli dialogis secara rutin maupun berskala besar yang melibatkan beberapa unsur terkait seperti TNI dan Satpol PP,” kata Mohamad Ngajib dalam keterangannya, Selasa (14/4/2020).

 PSBB

Ia juga mengimbau masyarakat agar menaati aturan-aturan dalam PSBB. Selain itu, kata Najib, pihaknya melakukan pengawasan transportasi yaitu di 33 check point, di antaranya 11 titik pintu masuk ke arah Jakarta.

“Kami mengawasi jalannya lalu lintas dimana seluruh masyarakat yang mengendarai kendaraan atau sepeda motor diwajibkan menaati social distancing, menggunakan masker, dan menggunakan sarung tangan bagi pengendara sepeda motor,” paparnya.

Untuk mengantisipasi gangguan Kamtibmas terkait kemungkinan adanya penolakan warga terhadap pemakaman jenazah pasien Covid-19, kata Ngajib, pihaknya telah membentuk tim khusus untuk pengamanan proses pemakaman jenazah pasien Covid-19 di berbagai TPU yang ditunjuk Pemprov DKI Jakarta seperti TPU Tegal Alur dan TPU Pondok Rangon.

Selain itu, Ditsamapta juga membentuk Tim Khusus untuk mengejar dan mengungkap kasus-kasus kejahatan yang terjadi pada saat pemberlakuan PSBB di Jakarta.

“Kami membentuk Tim Khusus untuk menguatkan pelaksanaan patroli guna mengantisipasi gangguan Kamtibmas selama penerapan PSBB,” tuturnya.

 psbb

Berkat patroli rutin dan edukasi masyarakat, ia mengatakan, tingkat kriminalitas di Jakarta cenderung menurun selama penerapan PSBB. Meski demikian, ia memberi perhatian khusus terhadap adanya kejahatan-kejahatan yang baru muncul seperti yang dilakukan kelompok Anarko.

“Nah, ini kan baru saat ini terungkap. Dan, ada beberapa kejahatan yang dilakukan para Napi yang mendapat dispensasi dikeluarkan, kemudian melakukan kejahatan lagi. Ini yang menjadi perhatian dari aparat. Ini sudah dilakukan penangkapan dan pengungkapan,” ungkapnya.

Menurut dia, pihaknya juga terus memantau pergerakan para Napi yang mendapat dispensasi dikeluarkan dari penjara. Sehingga, jika para Napi tersebut kembali melakukan kejahatan dapat segera ditangkap dalam waktu yang singkat.

“Inilah langkah-langkah yang dilakukan Polda Metro Jaya, melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap Napi yang keluar, sehingga jika melakukan kejahatan lagi langsung dilakukan penangkapan,” tegasnya.

Terkait hal-hal yang perlu diwaspadai di tengah pandemi Covid-19 ini, ia justru lebih memfokuskan pada kemungkinan penolakan terhadap jenazah Covid-19.

“Kami tak henti-hentinya mengedukasi masyarakat, sehingga tidak ada penolakan lagi (jenazah pasien Covid-19) di tengah masyarakat,” sambungnya.

Selain itu, Ngajib mengimbau masyarakat agar selalu waspada dan tetap menjaga diri. “Jangan sampai dalam situasi seperti sekarang ini menunjukkan kemewahan saat keluar rumah. Tetap berhati-hati jika mengendarai sepeda motor. Rumah jangan sampai tidak terkunci saat ditinggal,” pungkasnya.

(wal)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini