Depok Resmi Terapkan PSBB, Masih Banyak Pengendara Langgar Aturan

Wahyu Muntinanto, Okezone · Rabu 15 April 2020 11:31 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 15 338 2199419 depok-resmi-terapkan-psbb-masih-banyak-pengendara-langgar-aturan-gDgFBHAreb.png PSBB di Kota Depok. (Foto: Wahyu Muntinanto/Okezone)

DEPOK – Pada hari pertama penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Kota Depok masih banyak pengendara mobil maupun motor yang melanggar aturan. Hal itu terlihat di pos penjagaan pintu masuk Kota Depok, tepatnya tepat di bawah jalan layang Universitas Indonesia (UI).

Padahal, penerapan PSBB dilakukan agar bisa menekan sekaligus memutus mata rantai persebaran corona virus disease atau covid-19 yang semakin luas di sejumlah wilayah Indonesia.

Sejak pagi hari terpantau kendaraan yang akan masuk ke Kota Depok dari arah Jakarta masih terlihat padat, sejumlah aparat gabungan dari Polri, TNI, dan Dinas Perhubungan yang menjaga di wilayah perbatasan itu seringkali memberhentikan beberapa kendaraan.

Mereka yang diberhentikan lantaran tidak mengenakan masker, motor berpenumpang, dan jarak penumpang terlalu dekat di dalam mobil. Adapun alasan para pengendara bermacam-macam, mulai lupa menggunakan masker, lupa membawa masker, sampai tidak memiliki masker.

PSBB corona di Kota Depok. (Foto: Wahyu Muntinanto/Okezone)

Salah satunya Muhammad Irwan (42). Dia diberhentikan petugas di perbatasan lantaran membawa penumpang saat berkendara motor. Dia mengaku dari Jakarta ke Kota Depok bersama istrinya untuk bekerja.

"Saya mau kerja di Depok sama istri. Tadi sempat dilihat KTP-nya. Saya juga sudah tahu akan ada PSBB, makanya saya pakai masker," ucap dia di lokasi pemeriksaan, Rabu (15/4/2020).

Ia menilai penerapan PSBB di Jakarta dan Depok sangat baik untuk mencegah persebaran virus corona. "Bagus diterapkan seperti ini. saya mendukung," jelasnya.

Sementara Kasat Lantas Polres Metro Kota Depok Kompol Sutomo mengaku tidak akan memberikan sanksi dan hanya menerapkan imbauan kepada pengendara. Bahkan yang tidak memakai masker akan diberikan secara langsung di lokasi.

"Kami akan berhentikan kendaraan yang melanggar aturan. Jika ada pengendara yang tidak pakai masker, kami akan berikan masker. Kalau ada yang boncengan, kami berhentikan, dan dilihat identitasnya. Kalau tidak sesuai aturan, kami turunkan, dan kami suruh naik angkot," imbuhnya.

Bahkan, ada beberapa kendaraan yang terpaksa harus berputar balik. Kendaraan tersebut dilarang masuk Kota Depok karena ada sejumlah peraturan yang dilanggar.

"Kami akan bagikan masker selagi masih ada. Jumlahnya terbatas. Kalau sudah habis, maka pengendara yang melanggar aturan harus putar balik, tidak bisa masuk ke Depok," pungkasnya.

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini