Share

Pastikan Kelancaran PSBB, Wali Kota Bekasi Pantau 6 Titik Perbatasan

Wisnu Yusep, Okezone · Rabu 15 April 2020 13:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 15 338 2199499 pastikan-kelancaran-psbb-wali-kota-bekasi-pantau-6-titik-perbatasan-zpRWTNiybS.JPG Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi pantau perbatasan saat PSBB (Foto: Okezone.com/Wisnu Yusep)

BEKASI - Pemberlakuan pembatasan sosial berskala sosial (PSBB) Kota Bekasi resmi terapkan Rabu (15/4/2020). Di hari pertama ini, Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi langsung meninjau 6 titik perbatasan.

Keenam titik lokasi yang ditinjau itu berada di perbatasan Kecamatan Pondok Gede di Lubang Buaya dengan Cipayung, Jakarta Timur, Jalan Raya Jatiwaringin, dan pintu tol masuk Jatiasih mengarah ke Jakarta.

Kemudian perbatasan Jatisampurna-Depok di Jalan Pondok Ranggon, perbatasan pintu keluar tol Jatiwarna dan terakhir di Exit Tol Bekasi Barat.

Peninjauan 6 titik perbatasan tersebut, kata pria yang disapa Pepen ini, sesui dengan arahan Kementerian Kesehatan dan Gubernur Jawa Barat.

"Kami pastikan berjalan lancar sesuai skema," kata pria yang karib disapa Pepen ini di Bekasi, Jawa Barat, Rabu (15/4/2020).

Penerapan PSBB tersebut akan dijaga oleh petugas gabungan dari TNI dan Polri, Satpol PP Kota Bekasi, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi, dan juga Aparatur Sipil Negara (ASN) setempat.

"Semua stakeholder di Kota Bekasi wajib membantu pelaksanaan PSBB ini," cetusnya.

Selama dua hari kedepan, pihaknya hanya akan memberikan imbauan. Tetapi tidak pada hari berikutnya. Pihaknya mulai memberikan peringatan dan di hari selanjutnya tindakan tegas mulai diberlakukan.

"Jika sudah diperingati tapi tidak mengindahkan akan dicatat domisilinya dan diberikan tindakan tegas," ungkapnya.

Ilustrasi

Tindakan tegas ini mengacu pada Undang-undang Nomor 6 Tahun 2018 mengenai kekarantinaan kesehatan, yang menjadi tanggung jawab pemerintah pusat dan daerah penyelenggara kekarantinaan kesehatan di wilayah yang menerapkan PSBB.

"Kita akan terus sosialisasikan kepada masyarakat bahwa PSBB ini merupakan langkah serius dalam menghadapi pandemi di Kota Bekasi," katanya.

Nantinya, lanjut dia, personel gabungan di tiap titik bertugas melakukan pemeriksaan pengendara mulai dari penggunaan masker, pembatasan jumlah penumpang angkutan umum, pengguna roda dua yang berboncengan, frekuensi keluar masuk kendaraan, hingga pengecekan suhu tubuh.

"Intinya ikuti imbauan yang telah kami sampaikan saat sosialisasi, sesuai aturan PSBB. Total kita siapkan 32 titik pemeriksaan selama penerapan PSBB ini dengan harapan mampu memutus rantai penyebaran Covid-19," kata dia.

Sehari sebelum diberlakukan PSBB, Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto meninjau sejumlah pos-pos yang diberlakukan cek poin. Politikus PDIP itu secara langsung melihat proses tahapan dalam penerapan PSBB ini untuk mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19 di Kota Bekasi.

Adapun tahapan yang dijalankan saat check point keluar-masuk Kota Bekasi yaitu memberhentikan pengguna kendaraan bermotor yang tidak memakai masker dan memberhentikan kendaraan roda empat yang masih berpenumpang lebih dari tiga orang.

Tahapan-tahapan tersebut dilakukan sebagai upaya menertibkan pengendara bermotor dalam menyikapi antisipasi penyebaran virus menular tersebut. Terlihat di lokasi petugas memberikan masker kepada pengendara motor.

"Sebelum PSBB dimulai, kita mau cek kesiapan dulu. agar pembatasan gerak manusia bisa dibatasi dengan PSBB secara efektif," kata Tri.

Adapun lokasi yang ditinjau yakni, Jalan Sultan Agung, Sumber Arta dan Tol Bekasi Timur. Pemantauan kesiapan itu dilakukan bersama Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Wijonarko, Dandim 0507 Bekasi Kolonel Infanteri Rama Pratama, serta para personel Polri, TNI, Dishub dan ASN Kota Bekasi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini