Dana Bansos Covid-19 Kota Depok Diduga "Disunat" Sejumlah Oknum RT

Wahyu Muntinanto, Okezone · Senin 20 April 2020 15:15 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 20 338 2202011 dana-bansos-covid-19-kota-depok-diduga-disunat-sejumlah-oknum-rt-gMtMbCLljh.jpg Foto: Illustrasi Okezone.com

DEPOK - Sebagian masyarakat penerima dana Bantuan Sosial (Bansos) yang terdampak Covid-19 di beberapa wilayah Kota Depok, mengeluhkan adanya pemotongan uang bantuan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Depok, Jawa Barat.

Pasalnya, uang bantuan yang diterima senilai Rp250 ribu, per Kepala Keluarga (KK) melalui program Jaring Pengaman Sosial (JPS) "disunat" oleh oknum RT setempat.

Seorang pria berinisial MZ, warga Kelurahan Mampang, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok mengaku bahwa keluarganya hanya menerima uang bantuan senilai Rp225 ribu dari yang seharusnya Rp250 ribu per-KK.

"Bantuan uang setau saya Rp250 ribu tapi dikasihnya Rp225 ribu, sisanya tidak tau kemana," kata MZ kepada wartawan, Senin (20/4/2020).

Serupa di wilayah lainnya, Kelurahan Kemirimuka, Kecamatan Beji, Kota Depok. Seorang warga sekitar inisial WA mengeluhkan pemotongan uang bantuan yang dilakukan oknum RT setempat.

"Saya terima Rp150 ribu dipotong Rp100 ribu, alasan ketua RT buat dibagiin beras-beras ke warga yang enggak dapet bantuan bansos, dan untuk keamanan bersama," kata WA.

Lalu kejadian juga menimpa masih warga di Kelurahan Kemirimuka. Warga sekitar inisial IK mengaku jika uang bantuan yang diterima mendapatkan pemotongan sebesar Rp150 ribu, sehingga dia hanya menerima Bansos dari Pemerintah Kota Depok sebesar Rp100 ribu.

"Mau komplain kemana?, sudah gitu RT-nya saat menyerahkan bansos itu aja udah ketus gitu. Ya udah terima aja lah," ujar IK.

 pungli

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Depok Usman Haliyana membenarkan adanya pungutan liar (pungli) Bansos Covid-19 yang dilakukan sejumlah oknum RT di Depok.

Hal itu, kata Usman, berdasarkan hasil investigasi Tim Gugus Tugas, Bidang Logistik dan Bantuan Sosial Kecamatan-Kecamatan bersama Dinas Sosial (Dinsos) Kota.

"Iya benar, kami sudah terjun ke lapangan dan menemukan adanya (pungli) bansos ke masyarakat penerima. Sebenarnya saya enggak mau ngasih komen ah, takut kesalahan," kata Usman saat dihubungi wartawan, Senin (20/4/2020).

Namun Usman menegaskan, bahwa pemotongan bansos itu murni inisiatif oknum RT setempat. Pihaknya tidak tahu menahu dan tidak pernah mengeluarkan surat untuk mengizinkan RT melakukan pemotongan itu.

"Kita kan enggak begitu. Itu kan oknum RT ya. Tapi sudah ditelusuri benar adanya, kami menemukan pemotongan (bansos) yang dilakukan oleh RT. Sehingga bansos Rp250 ribu nggak utuh diterima oleh warga," pungkasnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini