Dapat Pesan Berantai Soal Sembako, Ratusan Warga Serbu Kantor Baznas

Putra Ramadhani Astyawan, Okezone · Senin 20 April 2020 19:29 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 20 338 2202121 dapat-pesan-berantai-soal-sembako-ratusan-warga-serbu-kantor-baznas-1Qmk9hMk03.jpg Warga yang mengumpul di depan kantor Baznas Kota Bogor (foto: ist)

BOGOR - Ratusan warga berdesak-desakan saat pembagian paket sembako di Kantor Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Petugas pun kewalahan mengatur warga.

Informasi terhimpun, kejadian itu berlangsung sekira pukul 10.00 WIB. Mereka berbondong-bondong datang ke kantor Baznas Kabupaten Bogor karena menerima pesan berantai ada pembagian sembako.

Petugas nampak kewalahan mengatur warga yang semakin membludak di depan pagar. Akhirnya, paket sembako diberikan jumlah yang disediakan terbatas.

Ketua Baznas Kabupaten Bogor, Lesmana mengaku terkejut dengan banyaknya warga yang mendadak datang ke kantornya meminta paket sembako.

"Hari ini saya juga tidak tahu bisa sampai meledak seperti ini ada sekitar 500 orang. Saya juga bingung siapa yang ngasih tahu mereka, saya kaget," kata Lesmana kepada wartawan, Senin (20/4/2020).

 Korban Covid-19

Menurut Lesmana, untuk pembagian sembako bagi warga umum sudah melalui pendataan wilayah masing-masing tidak bukan di Kantor Baznas.

"Untuk fakir miskin, kita sudah kelola masing-masing. Jadi tidak semudah itu, ada KTP dan KK-nya. Karena hari ini kami melayani perpaket, contoh paket ojol, kita ada 400 kasihkan, jadi bukan perorangan," ungkapnya.

Khawatir menjadi kericuhan, pihaknya pun akhirnya membagikan paket sembako kepada ratusan warga yang sudah berdesakan itu meski jumlahnya terbatas.

"Kalau saya suruh pulang akan menjadi menjadi masalah nantinya. Kalau tidak dikasih, bagaimana dia jauh ongkosnya. Tapi kami kewalahan makannya minta bantuan Satpol PP dan Polisi sedangkan lagi PSBB, tidak boleh sebetulnya," ucap Lesmana.

Bupati Tegur Baznas

Bupati Bogor Ade Yasin yang mendengar kabar itu pun geram dan langsung menegur Ketua Baznas karena tidak ada konfirmasi pembagian sembako.

"Saya kaget, kok tiba-tiba ada pembagian sembako oleh Baznas, tidak ada konfirmasi ke saya sebagai Ketua Gugus Tugas Covid-19," ujar Ade Yasin, dalam keteranga tertulisnya yang diterima Okezone.

Seharusnya, pihak Baznas melakukan koordinasi dahulu kepada Pemerintah Kabupaten dan juga kepada pihak kepolisian agar ikut mengamankan.

"Seharusnya Ketua Baznas itu berkoordinasi dengan kami dan juga kepada pihak polisi, agar aman dan tidak terjadi kericuhan (membludak) seperti yang terjadi pagi tadi," ungkap Ade Yasin.

Hak itu juga dinilainya memprihatinkan karena tidak mematuhi aturan pemerintah terkait social dan physical distancing. Terlebih Kabupaten Bogor tengah menerapkan Pembasatan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk mencegah penyebaran covid-19.

"Jangan merusak PSBB. Kita sudah capek ngamanin malah di depan muka kejadian," pungkasnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini