Pelanggar PSBB di Tangsel Diunggah ke Medsos, Apakah Melanggar UU ITE?

Harits Tryan Akhmad, Okezone · Rabu 22 April 2020 10:16 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 22 338 2202966 pelanggar-psbb-di-tangsel-diunggah-ke-medsos-apakah-melanggar-uu-ite-jH7BHR3dqm.jpg Titik pemeriksaan PSBB di Tangerang Selatan. (Foto: Dok Okezone/Heru Haryono)

JAKARTA – Masih cukup tingginya jumlah pelanggaran pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di wilayah Tangerang Selatan (Tangsel), membuat Wali Kota Airin Rachmi Diany geram.

Dia meminta jika mendapati pengendara yang tidak menaati aturan PSBB untuk difoto dan diunggah ke media sosial supaya menjadi perhatian dan pembelajaran ke depannya.

Lantas, apakah tindakan tersebut berpotensi melanggar Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)?

Pakar Hukum Pidana dari Universitas Trisakti, Abdul Fickar Hajar, mengatakan langkah penyebaran informasi melalui media elektronik seperti medsos terkait seseorang rawan terseret dengan UU ITE. Namun, menurut dia, hal tersebut perlu dilakukan untuk memberikan efek jera bagi orang-orang yang masih melanggar.

"Bagaimana UU ITE? Ya memang Pasal 27 Ayat (3) karena menyebarkan informasi elektronik yang bermuatan pencemaran nama baik. Tetapi secara sosiologis memang dibutuhkan penjeraan dengan rasa malu bagi masyarakat yang tidak tidak patuh pada protokol penanganan covid-19," kata Fickar kepada Okezone, Rabu (22/4/2020).

Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany. (Foto: Hambali/Okezone)

Ia melanjutkan, adapun Pasal 27 Ayat (3) UU ITE melarang setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik.

Fickar menerangkan, supaya pengunggah foto atau video tidak terseret UU ITE, maka Pemda Tangsel bisa menyiasatinya dengan beberapa cara, seperti menetapkan perda yang dapat menghukum pelanggar PSBB dengan penayangan di medsos.

"Jadi ditetapkan saja sebagai bagian dari pelanggaran ketertiban umum," imbuhnya.

Dia melanjutkan, cara lainnya yakni Pemda Tangsel memasang kamera CCTV di beberapa tempat yang dianggap potensial terjadi pelanggaran PSBB. Dengan begitu, aparat Pemda Tangsel bisa memonitor dan menggungah dengan siaran langsung ke medsos apa yang terjadi di lapangan, terutama kepada pelanggar.

Namun, Fickar mengingatkan Pemda Tangsel harus melakukan sosialisasi sebelum pelanggar PSBB yang terekam CCTV disiarkan secara langsung di medsos.

"Dengan begitu mungkin akan menumbuhkan kesadaran bagi masyarakat," tandasnya.

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini