Airin Enggan Ikutan Usul KRL Disetop saat PSBB, Ini Alasannya

Hambali, Okezone · Rabu 22 April 2020 11:09 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 22 338 2203002 airin-enggan-ikutan-usul-krl-disetop-saat-psbb-ini-alasannya-Zhldg3UrTg.jpg Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany. (Foto: Hambali/Okezone)

TANGERANG SELATAN – Beberapa kepala daerah seperti di Kota Depok, Kota dan Kabupaten Bogor, serta Kota Bekasi mengusulkan agar operasional kereta rel listrik (KRL) Jabodetabek dihentikan sementara saat pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Upaya itu dimaksudkan untuk mencegah persebaran corona virus disease (covid-19). Mengingat, pengguna KRL tetap padat dan menumpuk hingga dianggap rentan persebaran virus corona.

Usulan tersebut ternyata berbeda dengan Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany. Ia enggan ikut-ikutan mengusulkan hal yang sama guna mendukung pemberlakuan PSBB.

Meskipun secara tegas Airin juga tidak menolak usulan para kepala daerah untuk menghentikan sementara operasi KRL tersebut.

"Kita enggak menolak (usulan). Yang pasti kita ini kan ada lima lintasan stasiun. Mulai dari Serpong, Rawa Buntu, Jurang Mangu, Sudimara, sama Pondok Ranji. Ujungnya kan ada di Lebak. Yang tentunya kita akan melihat dan meyakini kalau Kementerian Perhubungan, PT KAI, kan melihat dari sudut pandang banyak. Yang terbaik saja apa, kita ikut saja," terangnya kepada Okezone, Rabu (22/4/2020).

KRL di Stasiun Tangerang/Foto: Isty Maulidya

Airin menjelaskan, pihaknya akan mendukung apa pun kebijakan kementerian terkait dan PT KAI soal operasional KRL.

Di samping itu, lanjut dia, saat ini yang tepat dilakukan adalah terus mengatur bagaimana seluruh penumpang mematuhi ketentuan, seperti tetap menjaga physical distancing di setiap stasiun.

"Tapi yang pasti kita akan bantu PT KAI, misalnya untuk social distancing sama physical distancing pada saat sebelum masuk gerbong," jelas Airin.

Meski begitu, ada alasan utama Airin kenapa tidak ikut mengusulkan penghentian sementara KRL, yakni adanya tenaga medis dan petugas kesehatan lainnya yang menggunakan moda transportasi itu.

"Kemarin sempat ramai tuh, katanya Jawa Barat minta untuk ditutup KRL-nya. Tapi pas saya diskusi sama warga, mereka yang bekerja di rumah sakit, mereka yang bekerja di apa namanya di bagian itu yang ada di Jakarta, mereka enggak punya kendaraan mau pakai apa? Kan itu juga harus dipikirkan oleh kita," imbuhnya.

"Jadi makanya saya serahkan ke Kementerian Perhubungan dan PT KAI seperti apa. Keputusannya sekarang tidak ditutup, maka saya harus membantu social distancing dan physical distancing. Kita lakukan sidak yang lainnya terhadap lima stasiun ini," pungkasnya.

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini