Kisah Pedagang Gagal Pulang Kampung saat Larangan Mudik Diberlakukan

Wisnu Yusep, Okezone · Jum'at 24 April 2020 21:08 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 24 338 2204503 kisah-pedagang-gagal-pulang-kampung-saat-larangan-mudik-diberlakukan-lPKOm0rWF7.jpg Suasana di Terminal Kampung Rambutan. (Foto : Dok Okezone.com/Muhamad Rizky)

BEKASI – Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan resmi melarang mudik tahun 2020. Larangan mudik Lebaran tahun ini demi memutus mata rantai virus corona atau Covid-19.

Meski telah dilarang, banyak warga sudah terlebih dulu memilih pulang kampung demi berlebaran dengan sanak saudara.

Namun, tidak bagi Ahmad (28). Dia terkena imbas dari pelarangan tersebut. Niatan ingin pulang ke kampung halaman lebih cepat, tetapi dia terpaksa putar balik karena bus yang dia tuju tidak ada yang beroperasi.

"Barusan pulang lagi, siang udah muter sampe ke pul busnya di wilayah Tambun, tapi katanya udah disetop," kata pria yang biasa disapa Mamad itu kepada Okezone, Jumat (24/4/2020).

Niatan dia untuk berlebaran tampaknya pupus karena adanya larangan pulang kampung imbas virus corona.

"Enggak tahu juga, karena kebijakan larangan mudik mempengaruhi bus-bus. Tapi enggak tahu juga, ada saudara yang jemput nanti," ucapnya.

Mamad merupakan pedagang kelapa parut di Pasar Baru Bekasi, Jawa Barat. Selama pandemi virus corona dan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar, ia beserta pedagang lainya memilih berdagang sistem buka tutup.

"Iya untuk kebutuhan pelanggan saja, kalau ngeteng bingung juga kan sepi," ujarnya.

Dia berharap masalah virus corona ini cepat usai. Karena dia merasa bingung dengan kondisi ekonomi keluarganya setelah virus itu menjadi pandemi.

"Kita ini kan pedagang, bingung juga. Kalau tetap dagang, tapi ada larangan. Kalau enggak dagang mau makan dari mana," ujar dia.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini