Warga Bogor Dapat Buku Panduan Shalat Tarawih di Rumah

Putra Ramadhani Astyawan, Okezone · Sabtu 25 April 2020 16:22 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 25 338 2204837 warga-bogor-dapat-buku-panduan-shalat-tarawih-di-rumah-rryJAwJGOx.jpg Warga Bogot dapat buku panduan Shalat Tarawih (Foto : Istimewa)

BOGOR - Warga Jalan Jenderal Ahmad Yani, RW 04, Tanah Sareal, Kota Bogor berinisiatif membuat buku panduan solat Tarawih dari rumah. Hal itu dilakukan warga setelah adanya instruksi pemerintah untuk beribadah di rumah selama pandemi covid-19.

Buku panduan yang diterbitkan pengurus masjid itu berisi tata cara melaksanakan Shalat Tarawih dari rumah mulai dalil hingga beragam doa serta teknis pelaksaan. Selanjutnya buku dibagikan kepada warga.

Salah satu warga, Fitria mengaku buku panduan tersebut sangat membantunya untuk melaksanakan ibadah solat Tarwih di rumah untuk pertama kalinya.

"Kami di sini dikasih buku panduan karena sekarang anjuran pemerintah ibadah di rumah. Makanya untuk yang belum tahu dan mengerti bagaimana solat Tarawih di rumah buku ini cukup membantu," kata Fitria, kepada Okezone, Sabtu (25/4/2020).

Terlebih, tambah Fitria, masjid di lingkungannya melakukan pembatasan solat berjamaah khususnya Tarawih mengikuti anjuran pemerintah daerah untuk mengantisipasi resiko penyebaran covid-19.

"Mau gak mau kita ikuti aturan pemerintah untuk ibadah dari rumah. Demi kebaikan kita juga supaya menghindari penyebaran covid-19," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua RT 06 Anwar Suhandi mengatakan buku panduan solat tersebut memang hasil inisiatif dari warga setempat. Dimana, biaya produksinya menggunakan keropak bulanan warga.

"Alhamdulillah warga kami inisiatif. Jadi tidak menunggu dan menuntut saja, semoga sikap ini menjadi rujukan di wilayah lain," ungkap Anwar.

Baca Juga : Begini Mekanisme Persalinan Ibu Hamil yang Positif Corona

Untuk diketahui, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor membuat Surat Keputusan Bersama (SKB) terkait pelaksanaan kegiatan ibadah selama pandemi covid-19 untuk dilakukan di rumah masing-masing.

Surat itu ditandatangani oleh pihak Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bogor, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Polresta Bogor, Kejaksaan Negeri Bogor, Pengadilan Negeri Kota Bogor, Denpom III/I Kota Bogor dan Kodim 0606/ Kota Bogor.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini