Bima Arya Tutup Paksa Ratusan Kios yang Buka saat PSBB

Putra Ramadhani Astyawan, Okezone · Selasa 28 April 2020 15:40 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 28 338 2206174 bima-arya-tutup-paksa-ratusan-kios-yang-buka-saat-psbb-rUgHUjZWxx.jpg Bima Arya beserta jajarannya menutup ratusan kios yang buka saat PSBB (Foto : Okezone.com.Putra RA)

BOGOR - Wali Kota Bogor Bima Arya menutup paksa ratusan kios pedagang yang tidak dikecualikan dalam penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Plaza Dewi Sartika, Kota Bogor, Jawa Barat.

Pantauan Okezone, Bima Arya bersama puluhan petugas Satpol PP Kota Bogor mendatangi pusat perdagangan tersebut sekira pukul 14.00 WIB.

Sambil berdiri di atas mobil bak terbuka, Bima dengan tegas memberikan instruksi kepada para pedagang yang beroperasi dalam sektor tidak dikecualikan untuk segera menutup lapaknya saat itu juga.

Kios pakaian di Bogor ditutup petugas (Foto : Okezone.com/Putra RA)

Ratusan pedagang yang mayoritas menjajakan pakaian dan aksesoris itu langsung merapihkan barang-barangnya dikawal oleh petugas Satpol PP sambil menyisir seluruh kios di lokasi.

"Saya hari ini akan mengawasi pelaksanaan PSBB. Kalau yang tidak disiplin kita tertibkan!. Berdasarkan aturan ada yang boleh dan ada yang tidak, selain bahan pokok tidak boleh buka. Saya minta ditutup segera!," teriak Bima, di lokasi, Selasa (28/4/2020).

Menurutnya, penerapan PSBB di wilayahnya selama dua pekan ini belum efektif karena masih banyaknya aktivitas warga di luar rumah dan kendaraan di jalan.

"Mengecek lalu lintas di jalan tidak ada artinya, check point tidak ada artinya buat saya kalau tujuannya dibiarkan. Jadi tujuannya harus ditertibkan, yang bisa buka silahkam pasar sembako apotik boleh tapi di luar itu harus tutup. Kita minta Satpol PP untuk menutup kalau tidak izinnya kita cabut," tegasnya.

Baca Juga : Khofifah: 3 Hari Pertama PSBB Hanya Diberi Imbauan & Teguran

Sementara itu, salah satu pemilik kios pakaian Safriadi mengaku pasrah dan mengikuti aturan untuk menutup lapak dagangannya sementara.

"Mau gimana lagi ya, padahal mau lebaran gini kan rugi besar kita. Apalagi saya bingung karyawan saya kasihan kalau gini terpaksa kita rumahkan. Mereka kan hitunganya harian," ungkap Safriadi.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini