3 Aksi Tawuran Terjadi di Tangsel saat Pandemi Corona, 2 Orang Tewas

Hambali, Okezone · Rabu 29 April 2020 16:46 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 29 338 2206770 3-aksi-tawuran-terjadi-di-tangsel-saat-pandemi-corona-2-orang-tewas-zN61ILjg1S.jpg Para pelaku tawuran di Tangsel ditangkap. (Ist)

TANGERANG SELATAN – Sejumlah remaja di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) tawuran di beberapa lokasi di saat pandemi virus corona (Covid-19) melanda.

Bahkan, tawuran dilakukan dengan menyiarkannya secara "live" melalui akun media social (medsos). Korban pun berjatuhan. Dua remaja tewas mengenaskan setelah dihujani senjata tajam oleh kelompok lawan.

Kapolres Tangsel, AKBP Iman Setiawan menerangkan, ada 3 lokasi tawuran yang diikuti kelompok berbeda, yaitu di wilayah Ciputat, Serpong Utara, dan Cisauk.

"Lokasi tawuran di Serpong Utara, Jombang Raya Ciputat, dan Cisauk," katanya di Mapolres Tangsel, Rabu (29/4/2020).

Lokasi tawuran di Serpong Utara berlangsung di Graha Raya depan Ruko Fortune, Minggu 19 April 2020 sekira pukul 03.30 WIB. Satu korban meninggal dunia dalam kejadian ini.

Tawuran lainnya terjadi di Jalan Jombang Raya, depan Perumahan Vila Gunung Lestari, pada Kamis 23 April 2020 sekira pukul 01.30 WIB. Seorang remaja berinisial RR tewas dibantai setelah sempat diteriaki begal dan gengster oleh pihak lawan.

Polres Tangsel rilis pengungkapan kasus tawuran maut di tengah pandemi corona. (Ist)

Lalu lokasi tawuran ketiga berada di depan Masjid Sabilal Muhtadin, Jalan Raya Cisauk Lapan, Kampung Cisauk Kaler, Desa Situgadung, Pagedangan, Kabupaten Tangerang, pada 24 April sekira pukul 23.30 WIB.

Dari penyelidikan mendalam, polisi menangkap 27 orang yang terlibat dalam tawuran. Namun, 9 di antaranya dikembalikan kepada orang tua karena masih di bawah umur.

"Ada 15 orang pelaku dewasa dan 3 pelaku anak ikut kami amankan. Kemudian 9 anak-anak di bawah umur kami kembalikan kepada orang tua. Namun, mereka tetap kita kenakan Pasal 93 Undang-Undang Nomor 6 tahun 2018 tentang Karantina Kesehatan," ucapnya.

Dua di antara pelaku yang diamankan terpaksa diberikan tindakan tegas terukur di bagian kaki. Disebutkan, keduanya berupaya melakukan perlawanan terhadap petugas.

"Kepada 2 pelaku terpaksa kita berikan tindakan tegas terukur karena berupaya melakukan perlawanan saat akan diamankan," katanya.

Iman mengungkapkan, motif kelompok remaja melakukan tawuran ini semata-mata ingin menunjukkan jati diri kelompok mereka. Sarananya adalah melalui media sosial, di mana setiap tawuran disiarkan langsung oleh masing-masing kelompok.

"Motifnya adalah untuk aktualisasi diri dengan mem-publish aksinya di media sosial, kemudian mencari lawan melalui medsos juga," ucapnya.

Polisi menyita berbagai barang bukti yang digunakan saat para pelaku beraksi. Di antaranya sabit, celurit, serta kain sarung yang dililitkan di dalamnya batu dan kawat.

Baca Juga : Tawuran saat Sahur, Seorang Remaja di Bogor Tewas

Para pelaku dijerat Pasal 170 KUHP, tentang pengeroyokan dengan ancaman pidana kurungan paling lama 12 tahun penjara.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini