Pasien Positif Covid-19 di Kota Tangsel Bertambah 11 Orang

Hambali, Okezone · Kamis 30 April 2020 09:18 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 30 338 2207010 pasien-positif-covid-19-di-kota-tangsel-bertambah-11-orang-iPfPuWenHC.JPG Wali Kota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany (Foto: Okezone.com/Hambali)

TANGSEL - Pasien positif Covid-19, di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terus mengalami kenaikan. Data terakhir, tercatat ada penambahan 11 pasien baru yang dinyatakan positif Covid-19.

Berdasarkan data Gugus Tugas Covid-19 Kota Tangsel hingga Rabu 29 April 2020 malam, total jumlah pasien positif mencapai 101 orang dari sehari sebelumnya yang berjumlah 90 orang.

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Tangsel, Tulus Muladiono mengatakan, jumlah pasien positif terus mengalami kenaikan, dan telah berjumlah sebanyak 101 orang pada pelaksanaan PSBB hari ke-11 kemarin.

"Maksudnya ada penambahan kasus positif 11 pada hari ini, jadi totalnya 101 orang yang dinyatakan positif Covid-19," kata Tulus, saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (30/4/2020).

Sementara itu, data gugus tugas menyebut ada sebanyak 68 pasien dalam proses perawatan. Sedang sebanyak 15 orang lainnya berhasil sembuh. Adapun, Kecamatan Pondok Aren tetap menjadi wilayah tertinggi jumlah pasien positif.

"Untuk wilayah kecamatan yang masuk zona merah penyebaran Covid-19 sebenarnya hampir merata ada. Tetapi yang paling tinggi berada di Pondok Aren dengan jumlah pasien positif mencapai 38 orang," sambungnya.

Infografis COVID-19

Sementara itu, sebelumnya Wali Kota Tangsel, Airin Rachmi Diany mengakui tetap tingginya kasus Covid-19 di Kota Tangsel lantaran kepatuhan warga pada PSBB yang rendah.

"Kami tidak bisa menunjukjan relevansi data PSBB dengan data ODP, PDP dan positif. Kepatuhan masyarakat baru 60 persen," ungkap Airin.

Dijelaskan Airin, kasus Covid-19 di Kota Tangsel seperti puncak 'gunung es'. Sehingga, tidak mungkin baginya untuk mengukur keberhasilan PSBB berdasar kasus yang ada.

"Kita tak bisa melakukan perbandingan PSBB dengan kasus Covid-19. Di rapat khusus kita, dinkes menyampaikan ke kita, data ODP, PDP, dan positif tidak realtime. Sehingga, menjadi sulit mengukur keberhasilannya," ujar dia.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini