Ibu Hamil, Balita & Lansia di Kota Bogor Dapat Bantuan Makanan Tambahan

Putra Ramadhani Astyawan, Okezone · Kamis 07 Mei 2020 12:52 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 07 338 2210517 ibu-hamil-balita-lansia-di-kota-bogor-dapat-bantuan-makanan-tambahan-fSoIbuh3Nx.jpg (Foto: Istimewa)

BOGOR - Pemerintah Kota Bogor akan menyalurkan makanan tambahan bagi ibu hamil, balita dan lansia serta insentif bagi tenaga kesehatan yang berjuang di garis terdepan dalam penanganan pasien terjangkit virus corona atau Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, Sri Nowo Retno menyebutkan, 3.804 dus susu formula, diberikan untuk 317 ibu hamil Kurang Energi Kronis (KEK).

Kemudian, disiapkan susu formula untuk balita gizi buruk umur kurang dari 1 tahun sebanyak 480 sachet pada 8 balita, serta susu formula untuk balita gizi buruk lebih dari 1 tahun sebanyak 666 kaleng pada 74 balita.

Sementara, lansia (di atas 60 tahun) pada keluarga miskin yang aktif ke Posbindu akan diberikan makanan tambahan berupa susu formula (berbentuk bubuk) sebanyak 2.400 dus untuk 200 lansia.

"Ini adalah program dalam penanganan Covid-19 di bidang kesehatan. Saya mengalokasikan untuk Pemberian Makanan Tambahan (PMT) ini dari realokasi anggaran Dinkes untuk bulan Mei-Juni sebesar Rp367.029.900," kata Sri, dalam keterangannya, Kamis (7/5/2020).

Baca juga: Presiden Jokowi: Kita Beruntung Memilih PSBB, Bukan Lockdown

Bantuan ini akan terus diberikan, mengingat banyak warga golongan lemah yang terdampak Covid-19. "Kalau kita tidak perhatikan pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil, bayi bisa berisiko stunting. Sementara ini baru untuk 2 bulan ke depan," ucapnya.

Foto: Istimewa

Selain itu, pihaknya mengalokasikan dana Rp691.000.000 untuk insentif bagi tenaga kesehatan di puskesmas bulan Mei-Juni, kepada dokter, bidan, perawat, surveilans dan analis laboratorium.

"Pemberian insentif ini anggarannya berasal BTT APBD Kota Bogor. Besaran insentif ini disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah," tambahnya.

Rencananya, Kementerian Kesehatan juga akan memberikan insentif bagi tenaga kesehatan. Intinya, Pemkot Bogor akan memperhatikan insentif bagi tenaga kesehatan yang berjuang di garda terdepan dan berisiko paling besar terpapar Covid-19.

"Kami baru saja mendapatkan sosialisasi mengenai insentif untuk tenaga kesehatan dan memang tidak boleh ada penerima double. Mei dan Juni kita akan gunakan mekanisme dari pusat berdasarkan aturan. Itu pun harus dipilih yang terlibat langsung Covid-19," tutup Sri.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini