Pemda Se-Jabodetabek Segera Rumuskan Aturan Penggunaan Transportasi Umum

Putra Ramadhani Astyawan, Okezone · Sabtu 09 Mei 2020 04:21 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 09 338 2211330 pemda-se-jabodetabek-segera-rumuskan-aturan-penggunaan-transportasi-umum-6fWDvMJtxl.jpg Wali Kota Bogor Bima Arya

BOGOR - Pemerintah Jabodetabek tengah merancang regulasi untuk mengatur pergerakan masyarakat yang menggunakan transportasi umum. Hal tersebut guna menekan penyebaran covid-19 selama penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

"Rapatnya produktif, Pak Gubernur Jakarta, Pak Gubernur Jawa Barat dengan kepala daerah Jabodetabek. Pembahasan utama mengevaluasi PSBB dan membangun kesepakatan mengatur pergerakan orang di Jabodetabek," kata Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto usai mengikuti rapat koordinasi dengan kepala daerah Jabodetabek melalui video conference, Jumat (8/5/2020).

Dalam rapat tersebut ada dua regulasi yang akan dirancang. Pertama, dengan regulasi baru di mana kepala daerah Jabodetabek akan mengatur lebih ketat pergerakan masyarakat yang menggunaka transportasi umum harus dilengkap surat tugas perusahaan atau instansi masing-masing.

"Pertama adalah pergerakan rutin, kita sepakat membuat regulasi baru. Jadi Gubernur jakarta membuat regulasi nanti kita akan membuat juga yang mengatur lebih ketat pergerakan orang keluar dan masuk. Hanya yang dikecualikan di PSBB yang di 8 sektor strategis yang boleh. Nanti dibuktikan ada suratnya. Tidak punya surat itu, tidak boleh dan bisa dikenakan sanksi. Kalau mau naik kereta boleh, tapi dipastikan punya surat itu. Nanti kita akan turunkan, kita akan merapikan segera. Itu yang rutin," jelasnya.

Terminal Purbaya

Kemudian, kedua berkaitan pengetatan pergerakan masyarakat dalam rangka mudik Lebaran. Karena, jika dibiarkan akan meningkatkan jumlah kasus dan resiko penyebaran virus corona di daerah.

"Khusus mencegah mudik, jadi kita akan melakukan pengawasan lebih ketat untuk memastikan tidak ada lagi yang mudik keluar dan masuk. Karena berdasarkan kajian epidemiologis, Kalau mudik dibiarkan, tidak ada intervensi, itu lonjakan kasus positifnya akan sangat tinggi sekali," ungkapnya.

Nantinya, wilayah DKI Jakarta membuat regulasinya terlebih dahulu untuk selanjutnya diturunkan ke daerah penyangga dengan rukuskan yang lebih ketat.

"Di Jakarta dibuat Pergub, di daerah lain dibuat Perwali/Perbup, saya perintahkan kabag hukum membuat rumusan itu juga, ada payung hukumnya, tinggal diturunkan saja dan lebih ketat lagi. Orang-orang yang tidak boleh keluar Bogor dan masuk Bogor, sanksinya apa disitu. Yang mau naik KRL harus ada surat itu. Nanti kita atur teknisnya seperti itu, ada keterangan bahwa dia berada di sektor dikecualikan, dikeluarkan perusahaan itu," tandasnya.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam video conference menegaskan pihaknya konsisten bersama kepala daerah penyangga untuk menuntaskan permasalahan covid-19.

"Langkah konkret yang akan dikerjakan adalah terkait dengan KRL nanti kita tunggu hasil respon dari surat bapak-bapak Bupati/Walikota yang sudah dikirimkan kepada kemenhub, tapi konkretnya, kami di jakarta akan mewajibkan orang-orang yang berangkat ke jakarta harus orang-orang yang memang benar orang-orang yang bekerja di sektor yang diizinkan. Dan itu bukan hanya surat dari tempat dia kerja, karena perlu verifikasi, tapi juga izin dari pemerintah. Pemprov DKI akan mewajibkan mereka mendaftar membuktikan bahwa mereka benar di sektor itu," ucap Anies.

Baca Juga : Bisnis Souvenir Haji Bangkrut, Ibu Ini Jualan Kerudung Anti-Corona

Menurutnya, saat ini Jabodetabek harus terus bekerjasama dan berkomunikasi untuk merumuskan atau menyampaikan aspirasi mengenai PSBB.

"Kita menghadapi tantangan yang tidak kecil, Insya Allah dengan bekerja bersama kita bisa hadapi ini. Ada tiga regulasi yang saya merasa perlu sharing di sini, mudah-mudahan bisa menjadi bahan untuk mensinkronkan policy antara kita. Dengan adanya pertemuan ini, kita bisa berharap bisa melisting hal-hal yang kita perlu bahas bersama," tutur Anies.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini