Pemerintah Aceh Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Menewaskan 1 Warganya di Tangsel

Windy Phagta, Okezone · Sabtu 09 Mei 2020 17:47 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 09 338 2211583 pemerintah-aceh-minta-polisi-usut-tuntas-pengeroyokan-menewaskan-1-warganya-di-tangsel-fD7DLA5t6Y.jpg ilustrasi (stutterstock)

BANDA ACEH – Pemerintah Aceh meminta Polres Tangerang Selatan mengusut tuntas kasus pengeroyokan yang menewaskan seorang warganya, Muhammad Basri (36) di Kampung Cicentang, Rawa Buntu, Serpong, Kota Tangerang Selatan.

"Pemerintah Aceh meminta penegak hukum mengawal kasus ini hingga tuntas," kata Kepala Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA) Jakarta, Almuniza Kamal dalam keterangannya, Sabtu (9/5/2020).

Muhammad Basri meninggal dunia dikeroyok massa di Kampung Cicentang, Serpong, Jumat 8 Mei 2020 dini hari.

Menurut informasi diperoleh Okezone, Basri yang merupakan sopir kargo saat itu hendak membeli rokok di swalayan. Lalu, ada yang orang yang menudingnya begal motor dan meneriaki dia hingga warga lainnya mendatangi Basri dan menghajarnya secara membabi buta. Korban sempat dibawa ke rumah sakit, namun nyawanya tak tertolong.

Almuniza mengatakan, Muhammad Basri merupakan warga Leuge, Kecamatan Peureulak, Kabupaten Aceh Timur yang merantau ke Ibu Kota. Dia meninggalkan seorang istri dan anak masih bocah di Cengkareng, Jakarta Barat.

Almuniza menduga Basri jadi korban salah sasaran. Dia dikeroyok massa karena dituding sebagai pelaku begal.

"Saat kejadian, korban yang merupakan sopir kargo berkantor di Ciater, Tangerang Selatan, keluar dan ingin membeli rokok di swalayan, sehingga tiba-tiba diserang massa karena diteriaki maling," jelas Almuniza.

ilustrasi

Mewakili Gubernur Aceh Nova Iriansyah, Almuniza juga mengklarifikasi terkait ada tudingan bahwa pemerintah tidak membantu pemulangan jenazah almarhum Muhammad Basri.

"Bukan tidak membantu, pemeritah sudah melakukan koordinasi, tapi saat itu tidak ada penerbangan ke Aceh. Dan tiba-tiba, pemulangan korban diambil alih oleh lembaga kemasyarakatan Aceh lain di Jakarta, sehingga Pemernitah tidak bisa berbuat apa-apa," kata Almuniza.

Sebelumnya, BPPA dan Taman Iskandar Muda (TIM) –komunitas paguyuban masyarakat Aceh di Jabodetabek-- mencari mencari solusi alternatif agar almarhum dikebumikan di Jabodetabek karena tak ada penerbangan ke Aceh.

Pun demikian, Almuniza mengapresiasi langkah cepat lembaga kemasyarakatan Aceh lainnya di tanah rantau. Artinya, kata dia, kerja kemanusiaan ini tidak saja harus dilakukan oleh pemerintah, karena ini adalah tugas kemanusiaan dan harus dilakukan secara bersama-sama.

Sementara, Iskandar, warga Aceh yang juga teman dekat korban, bercerita bahwa Basri merupakan sosok orang baik dan alim. Iskandar merasa aneh mendapatkan kabar bahwa Basri dituduh begal.

"Dulu dia lama tinggal di Peureulak, Aceh Timur. Orangnya baik," kata Iskandar.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini