Polisi Ciduk 2 Anggota Geng Motor Bawa Celurit di Bekasi

Wisnu Yusep, Okezone · Senin 11 Mei 2020 13:09 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 11 338 2212250 polisi-ciduk-2-anggota-geng-motor-bawa-celurit-di-bekasi-ugyV4HCf81.JPG Polisi ringkus 2 anggota geng motor di Bekasi (Foto: Okezone.com/Wisnu Yusep)

BEKASI - Di tengah pandemi virus corona atau Covid-19, aksi kekerasan di jalanan justru terjadi di Kota Bekasi, Jawa Barat. Baru-baru ini, Polres Metro Bekasi Kota menciduk para pelaku tawuran berikut senjata tajam sebagai barang bukti yang disita.

Dua remaja anggota geng motor itu berkeliaran saat tengah malam dan menenteng senjata tajam celurit.

"Kita amankan dua remaja bawa celurit, diduga hendak digunakan tawuran ataupun aksi kejahatan lain," kata Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Wijonarko, Senin (11/5/2020).

Dari dua pelaku itu, pihaknya juga menyita senjata jenis celurit. Kedua pelaku itu akan merencanakan aksi tawuran melalui media sosial. Penangkapan kedua pelaku berawal dari informasi masyarakat yang melihat sekumpulan pemuda mengendarai sepeda motor di lampu merah Tol Bekasi Timur.

"Kita kemudian melakukan pengejaran, ada salah satu geng motor MR yang lari ke arah Jalan Ampera itu tertangkap, kita amankan berikut barang bukti celurit," katanya.

Sementara, tersangka lainnya berinisial MD (18) ditangkap di Bintara, Kecamatan Bekasi Barat. Diketahui, mereka kerap bekeliaran mengendarai sepeda motor sambil membawa celurit. Diduga kuat, keduanya juga merupakan remaja yang viral di media sosial tengah mengendarai sepeda motor sambil membawa senjata tajam jenis celurit.

"Kita amankan dari hasil laporan masyarakat dan penelusuran anggota di titik rawan," katanya.

Dari tangan para tersangka, polisi total menyita tiga bilah senjata tajam jenis celurit. Kedua tersangka dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) Undang-undang Darurat Nomor 12 tahun 1951 dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara.

Dia melanjutkan, sebelumnya aksi tawuran atau kejahatan jalanan juga terjadi di wilayah Duren Jaya. Di Jalan Ampera, Duren Jaya, Bekasi Timur, polisi menangkap tersangka berinisial MR dengan barang bukti senjata tajam jenis celurit.

“Tidak menutup kemungkinan mereka dalam aksi tawuran selalu menggunakan senjata tajam yang akan mengakibatkan luka bahkan meninggal dunia," jelas dia.

Dalam prosesnya ternyata, kata dia, pelaku sudah janjian melalui medsos mengenai kesepakan waktu dan tempat. Namun, berkat respons dari kepolisian, hal itu tidak terjadi bahkan berhasil mengamankan tersangka dan senjata tajam.

"Sebelumnya sudah kita petakan beberapa wilayah rawan termasuk juga jam rawan di wilayah Kota Bekasi kemudian kita tindak lanjuti dengan penggelaran kekuatan dengan kegiatan patroli dan penempatan personil pada titik rawan," papar Wijonarko.

Untuk mengantisipasi hal serupa, Polres Metro Bekasi Kota gencar melakukan kegiatan patroli malam. Sejumlah personel juga ditempatkan di titik-titik rawan. Aksi tawuran atau kejahatan jalanan biasanya dilakukan pada jam rawan. Hal tersebut, kata Wijonarko, sudah diantisipasi dan dilakukan pengamanan.

"Sebelumnya sudah kita petakan beberapa wilayah rawan termasuk juga jam rawan di wilayah Kota Bekasi," kata dia.

Kemudian pihaknya, menindaklanjuti dengan gelar kekuatan berupa kegiatan patroli dan penempatan personel pada titik-titik rawan tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini