Ini Alasan Pemkot Bogor Ajukan PSBB Tahap 3

Putra Ramadhani Astyawan, Okezone · Senin 11 Mei 2020 16:36 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 11 338 2212434 ini-alasan-pemkot-bogor-ajukan-psbb-tahap-3-ZqIZQ5Xh8U.jpg Wali Kota Bogor Bima Arya (Foto : Okezone.com/Putra RA)

BOGOR - Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menyebut usulan untuk memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap ketiga di Kota Bogor untuk mengantisipasi penyebaran covid-19 yang masif menjelang Hari Raya Idul Fitri.

"Ke depan akan ada momentum Idul Fitri tentunya harus diantisipasi yang lebih ketat lagi mengawasi momentum itu. Karena itu forkompimda di sini dengan menganalisis data teman-teman dari Dinkes, Dishub, Kepolisian, TNI dan lainnya sepakat mengajukan secara resmi kepada Gubernur Jawa Barat PSBB tahap 3 selama 14 hari mulai besok," kata Bima, kepada wartawan, Senin (11/5/2020).

Ia menilai, tren penyebaran virus asal Tiongkok itu di Kota Bogor dalam beberapa hari ini memang cenderung melandai. Namun, hal tersebut justru harus dikawal dengan aturan lebih ketat agar penanganan covid-19 dapat segera dipercepat.

"Namun demikian kami di sini selakat bahwa tren yang melandai itu harus diiringi langkah-langkah yang justru lebih ketat karena kita ingin adanya percepatan dalam penanganan covid-19 di Kota Bogor," tegasnya.

Dengan adanya kesepakatan tersebut, pihaknya juga akan segera merumuskan terkait teknis pelaksanaan PSBB tahap ketiga ini seperti sanksi pengaturan penumpang transportasi KRL Jabodetabek.

"Ke depan PSBB ini akan kita kawal bersama-sama lebih ketat lagi ada pengaturan untuk memastikan social distancing di titik-titik selama ini rawan. Kemudian Pemkot Bogor juga akan merumuskan secara resmi detail dan teknis terkait dengan sanksi sesuai kewenangan pemerintah kota dan juga terkait dengn aturan lebih ketat untuk penumpang KRL ke Jakarta akan dirumuskan secara resmi," bebernya.

Baca Juga : Kronologi Penusukan Kapolsek dan Penyanderaan Polisi di Jambi

Di samping itu, pihaknya juga akan secara bertahap memastikan penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak pandemo covid-19 berjalan dengan lancar.

"Yang terkakhir kami menerima masukan juga dari DPRD bahwa langkah tegas untuk mengawal PSBB ini juga harus diimbangi untuk perhatian terkait bantuan warga. Kami kawal terus warga juga bisa monitor juga melalui aplikasi Salur, warga bisa memeriksa apakah termasuk dalam data atau tidak. Kalau tidak masuk kita segera luncurkan program keluarga asuh melibatkan berbagai pihak untuk membantu warga yang betul-betul membutuhkan," tandasnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini