Diusulkan Jadi Cagar Budaya, Renovasi Gedung Sarinah Harus Perhatikan Nilai Sejarah

Fadel Prayoga, Okezone · Selasa 12 Mei 2020 10:24 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 12 338 2212722 diusulkan-jadi-cagar-budaya-renovasi-gedung-sarinah-harus-perhatikan-nilai-sejarah-W6QsWSpMeo.jpg Kawasan Sarinah, Jalan MH Thamrin, Jakarta (Foto: Okezone/Heru T)

JAKARTA – Ketua Tim Sidang Pemugaran (TSP) DKI Jakarta, Bambang Eryudhawa mengatakan Gedung Plaza Sarinah, Thamrin, Jakarta Pusat sudah diusulkan sebagai kawasan cagar budaya. Oleh sebab itu, pihaknya mengimbau ke pengelola gedung yang berniat merenovasi pusat perbelanjaan tertua di wilayah Ibu Kota itu agar memperhatikan nilai sejarahnya.

"Kalau sudah diusulkan itu dalam undang-undang namanya diduga cagar budaya. Kalau sudah diduga berarti perlakuannya nyaris sama dengan hampir diputuskan. Ya itu aturan undang undang," kata Bambang kepada wartawan, Selasa (12/5/2020).

Baca Juga: PKS Sebut Pendatang Tidak Dilarang Masuk Jakarta, Cuma Diatur Syaratnya 

Menurutnya, penetapan cagar budaya itu harus menunggu keputusan Gubernur. Penetapan Cagar Budaya oleh Gubenur baru akan terealisasi ketika pelaksanaan renovasi mengajukan Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

"Feeling saya gini pada saat renovasi dia kan butuh IMB ya. kan negara yang ngatur semua bangunan pake IMB. Kalau bangunan negara harus pakai IMB. Jadi, kemungkinan mereka akan mengajukan IMB. Nah, pas ngajuin IMB kan datangnya PTSP. Saya berharap nanti diarahkan sidang di pemugaran," katanya.

Hingga saat ini, pihaknya belum menerima dokumen pengajuan renovasi oleh pengembang. Tak hanya itu, dirinya juga belum menerima desain baru gedung yang ditargetkan dimulai konstruksi renovasinya pada bulan depan itu.

"Belum ada tanda-tanda. Kalau sekarang kan sidangnya online nih. Saya baru lihat di Facebook indikasi pemohonnya dari Sarinah belum ada. Kalau sudah (pasti) dikirim," ujarnya.

Bambang pun menegaskan pihaknya tidak pernah menolak gedung cagar budaya untuk direnovasi maupun dipugar. Namun, dalam prosesnya harus mematuhi kaidah pemugaran cagar budaya dan tidak merusak nilai sejarah yang terkandung dalam bangunan tersebut.

"Kita dukung tapi bagaimana menyisakan atau memastikan aspek-aspek keunggulan Sarinah pada tahun 60an itu tetap terjaga, dibawa ke masa yang akan datang. Karena tidak murni jalan sendiri yang baru tapi bawa aspek aspek lama. Kombinasilah," kata dia.

Sebelumnya, Direktur Utama Sarinah Gusti Ngurah Putu Sugiarta Yasa mengatakan bahwa dirinya ingin mengembalikan kejayaan Sarinah. Di mana, gambaran Sarinah akan lebih ke tampilan aslinya dengan sentuhan berbeda.

"Kalau kita tahu desain (asli) Sarinah dulu itu desain klasik, seperti gedung BI, kurang lebih seperti itu," ujarnya saat 'Ngobar!!' melalui MNCTrijaya, Jakarta, kemarin.

Baca Juga: APBD DKI Turun, Fraksi PKS Minta Pemprov Siapkan Langkah Antisipasi 

Dirinya mengatakan, gedung Sarinah lama nantinya akan dilakukan perubahan tampilan bukan dibongkar total secara keseluruhan. Hal ini agar disesuaikan dengan bentuk aslinya tapi dengan tampilan modern. "Struktur bangunan tidak berubah. Tapi, di dalamnya kita sesuaikan, jadi model nyamannya didapat oleh yang datang ke situ," ujarnya. 

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini