PSBB Tahap 3 Kota Bogor Dimulai, Ini Sanksi Tegas bagi Pelanggar

Putra Ramadhani Astyawan, Okezone · Rabu 13 Mei 2020 10:36 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 13 338 2213279 psbb-tahap-3-kota-bogor-dimulai-ini-sanksi-tegas-bagi-pelanggar-wXIapjXwDv.JPG Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto (Foto: Okezone.com)

BOGOR - Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap tiga di Kota Bogor, Jawa Barat resmi diperpanjang mulai hari ini hingga 26 Mei 2020 mendatang.

Wali Kota Bogor, Bima Arya telah menandatangani Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 37 Tahun 2020 tentang petunjuk teknis (juknis) penerapan sanksi pelanggaran PSBB.

"Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Bogor menyepakati untuk melanjutkan PSBB tahap berikutnya, yaitu tahap ketiga yang akan dimulai Rabu, 13 Mei 2020 jam 00.00 WIB dini hari sampai 26 Mei 2020 mendatang. PSBB tahap ketiga ini hanya akan berjalan efektif apabila pengawasan di lapangan diperketat," kata Bima, Rabu (13/5/2020).

Bima mengaku, dua minggu terakhir masih banyak pelanggaran di lapangan. Berbeda dari tahap sebelumnya, tahap ketiga ini akan lebih diperketat karena akan diterapkan sanksi yang lebih tegas bagi pelanggar, baik perorangan maupun perusahaan.

"Saya ingin menyampaikan Pemkot Bogor telah mengesahkan satu Perwali yang mengatur tentang sanksi bagi pelanggar di masa PSBB ini. Sebagai contoh bagi seseorang yang tidak menggunakan masker di luar rumah pada tempat dan fasilitas umum akan diberikan sanksi mulai dari kerja sosial membersihkan sarana fasilitas umum atau denda Rp50 ribu hingga Rp250 ribu. Pemberian sanksi dilakukan Satpol PP didampingi (anggota) TNI-Polri,” jelasnya.

Ilustrasi

Sanksi lainnya bagi pimpinan tempat kerja atau kantor tidak dikecualikan yang masih beraktivitas selama pemberlakuan pelaksanaan PSBB dikenakan sanksi administratif berupa penghentian sementara/segel atau denda Rp1 juta-Rp10 juta.

"Restoran atau rumah makan harus membatasi layanan makan di tempat dan menerapkan layanan take away dan atau melalui pemesanan online. Bagi yang melanggar akan dikenakan sanksi berupa penghentian sementara/penyegelan atau denda Rp5 juta hingga Rp10 juta," tegas Bima.

Sanksi lain juga ditujukan bagi perorangan atau korporasi yang melanggar larangan melakukan kegiatan dengan jumlah lebih dari lima orang di tempat atau fasilitas umum selama PSBB, mobil pribadi yang melanggar jumlah angkut orang maksimal dan atau tidak menggunakan masker dan pengendara sepeda motor yang melanggar ketentuan membawa penumpang dan atau tidak menggunakan masker.

"Saat ini, ikhtiar Pemkot Bogor adalah menyelamatkan sebanyak mungkin manusia. Itu saja. Jadi, di tahap ketiga ini Pemkot akan menerapkan sanksi. Besok selama tiga hari akan disosialisasikan terlebih dahulu, setelah itu petugas bisa menindak. Jadi ada payung hukumnya," ungkapnya.

Bima mengajak seluruh warga bisa memahami situasi sulit ini untuk tidak merayakan hari raya Idul Fitri dengan kondisi berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

"Kami berkoordinasi dan berkomunikasi dengan tokoh agama untuk menyampaikan narasi-narasi bahwa hari ini idul fitrinya berbeda. Ramadhannya sudah berbeda. Menyesuaikan semua. Tidak seperti biasa. Tidak lagi beramai-ramai putar-putar dengan baju baru. Semuanya ini narasi yang prihatin. Ini harus kita bangun pengertiannya kepada semua," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini