Curhat Pedagang Pasar Senen, Ramadhan Hampir Berakhir Pembeli Masih Sepi

Achmad Fardiansyah , Okezone · Sabtu 16 Mei 2020 14:00 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 16 338 2215063 curhat-pedagang-pasar-senen-ramadhan-hampir-berakhir-pembeli-masih-sepi-25zW1DTcMS.jpg Suasana Pasar Senen, Jakarta Pusat, Sabtu 16 Mei 2020 (Okezone.com/Achmad Fardiansyah)

JAKARTA – Sejumlah pedagang bahan kebutuhan dapur dan rempah-rempah di Pasar Senen, Jakarta Pusat mengeluh sepinya pembeli, sehingga membuat omzet mereka anjlok. Padahal pada Ramadhan tahun-tahun sebelumnya mereka panen rezeki.

“Tahun ini turun banget kalau dibandingkan tahun kemarin, mungkin karena corona kali ya," kata Solihin, seorang pedagang rempah-rempah saat berbincang dengan Okezone di Pasar Senen, Sabtu (16/5/2020).

Pandemi Covid-19 yang melanda dunia termasuk Jakarta berdampak serius pada pelaku usaha. Banyak masyarakat sekarang enggan ke pasar karena takut terpapar virus corona sekaligus ada Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), sehingga pedagang pun sepi pembeli.

Pantauan Okezone sejak pagi hingga siang, pasar tradisional yang berseberangan dengan Stasiun Pasar Senen itu memang sepi. Jika biasanya banyak motor terparkir di pinggir dan lapak-lapak pedagang kaki lima berjejer, kali ini pemandangan itu tak terlihat.

 ilustrasi

Pasar Senen (Okezone.com/Achmad)

Menurut Solihin, tahun-tahun sebelumnya pada akhir Ramadhan seperti ini, Pasar Senen sangat ramai dengan orang-orang yang berbelanja kebutuhan dapur dan Idul Fitri.

Solihin mencontohkan pada Ramadhan tahun lalu, dia bisa menjual 30 hingga 35 kilogram cabai per hari. Namun, kali ini laku 10 kilogram saja sudah syukur.

"Dulu kayak ini lah, wortel, kentang, cabe (bisa laku) 30 Kg ada, sekarang 10 kilo saja udah Alhamdulillah," ucapnya.

Hal senada diungkapkan Dadang, pedang daging ayam di Pasar Senen. Pada akhir bulan puasa tahun sebelumnya, Dadang selalu merekrut pekerja harian untuk membantunya karena ramainya permintaan daging ayam.

"Tahun lalu saya bawa orang dari kampung, buat bantu-bantu. Tahun ini boro-boro, rada sepi, ramainya pagi sampe jam 9 aja udah itu kaya gini saja," ujarnya.

 ilustrasi

Sementara Tio, penjaga parkir di Pasar Senen mengatakan, pasar tradisional itu sudah dua bulan terlihat sepi sejak mulai meningkatnya kasus positif corona serta pemberlakuan PSBB di Jakarta.

Mereka berharap pandemi corona segara berakhir. "Mudah-mudahan cepet beres, masyarakat bisa belanja lagi tanpa ada rasa khawatir sama corona," ujar Dadang.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini