nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polisi Dalami Motif Kasus Prank Kardus Berisi Jasad Bayi di Jaktim

Arie Dwi Satrio, Okezone · Minggu 17 Mei 2020 10:34 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 05 17 338 2215356 polisi-dalami-motif-kasus-prank-kardus-berisi-jasad-bayi-di-jaktim-ids6HEwie5.JPG Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Warga Jakarta Timur (Jaktim) dihebohkan prank jasad bayi di dalam kardus sepatu. Jajaran Polres Metro Jakarta Timur sedang memburu pelaku yang melakukan prank kardus sepatu berisi jasad bayi laki-laki dan membuat heboh warga Jakarta Timur.

"Kita masih mendalami motifnya apa, masih lidik pelakunya dan fakta-faktanya," kata Wakapolres Jakarta Timur, AKBP Stefanus Tamuntuan saat dikonfirmasi Okezone di Jakarta, Minggu (17/5/2020).

Stefanus membeberkan, awalnya jajaran Polres Metro Jakarta Timur mendapatkan laporan dari masyarakat terkait adanya penemuan jasad bayi laki-laki yang disimpan di dalam sebuah kardus sepatu.

Baca juga: Seorang Wanita Terkejut Dapat Kardus Sepatu Berisi Jasad Bayi

Berdasarkan kronologi yang diterima polisi dari saksi berinisial FL, ia mengaku awalnya sedang mengendarai motor di Jalan Raya Hankam, Ceger, Cipayung Jakarta Timur, pada Jumat, 15 Mei sekira pukul 22.45 WIB.

Kemudian, FL sejenak memberhentikan motornya tepat di bawah terowongan Hankam karena hendak memakai headset. Tak berselang lama, sebuah motor menghampiri FL dan memberikan sebuah kardus sepatu.

"Tiba-tiba datang pengendara sepeda motor jenis matik warna hitam, nopol tidak ingat, berboncengan menggunakan masker kemudian menghampiri saksi lalu memberikan bungkus sepatu warna merah merk Vans dibungkus plastik warna merah," beber Stefanus.

Pemotor itu langsung tancap gas setelah memberikan kardus sepatu itu ke FL. FL curiga terhadap isi kardus sepatu tersebut karena bau busuk obat. FL lantas membuka kardua tersebut.

"Didapati seorang bayi laki-laki dalam keadaan meninggal dunia dalam kardus tersebut," ujar Stefanus.

Selanjutnya, saksi FL membawa kardus berisi jasad bayi tersebut pulang ke rumah dan memberitahukan ke ibu kandungnya serta melaporkan ke Ketua RT setempat. Kemudian, warga melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Cipayung.

"Selanjutnya atas kejadian tersebut mayat bayi dikirim ke RS Soekanto untuk dilakukan autopsi," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini