Ingat PSBB! Ngabuburit Baiknya di Rumah Saja

Isty Maulidya, Okezone · Minggu 17 Mei 2020 22:02 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 17 338 2215577 ingat-psbb-ngabuburit-baiknya-di-rumah-saja-dWb2utO1Xt.jpg Warga Tangerang saat ngabuburit mencari takjil berbuka puasa (foto: Okezone.com/Isty)

SALAH satu kebiasaan yang dilakukan warga selama bulan Ramadan adalah ngabuburit. Kegiatan tersebut biasa dilakukan sore menjelang magrib, dengan berjalan-jalan di sekitar rumah atau dengan membeli takjil.

Namun, Ramadan kali ini berlangsung saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diterapkan karena pandemi Covid-19.

Menurut Zainal Abidin, salah satu pengajar di pesantren di Tangerang ngabuburit sendiri berarti melakukan suatu kegiatan untuk menghabiskan waktu di sore hari.

 Baca juga: PDP Covid-19 Lompat dari RS Hermina Sempat Minta Pulang 

Sehingga waktu berjalan cepat dan tidak terasa sudah waktu berbuka. Ngabuburit sendiri bisa dilakukan dengan kegiatan apapun tanpa harus keluar rumah. Zainal bahkan menyarankan untuk menggunakan waktu menunggu berbuka puasa dengan kegiatan yang lebih bermanfaat seperti membaca Alquran.

"Ngabuburit tidak harus keluar rumah apalagi dalam keadaan seperti ini. Ada banyak yang bisa dilakukan di rumah, seperti mengaji atau mendengarkan tausyiah. Bahkan masak-masak di dapur saja bisa jadi kegiatan ngabuburit," jelasnya kepada Okezone pada Minggu (17/05/2020).

 Baca juga: Update Covid-19 Banten, 595 Positif, 195 Sembuh, & 59 Meninggal Dunia 

Selain itu, Zainal juga menyarankan agar bisa memanfaatkan momen di bulan Ramadan ini dengan banyak kegiatan positif. Ditambah lagi saat ini ada himbauan untuk tetap di rumah, sehingga aktivitas yang saat Ramadan tidak dilakukan saat ini bisa dilaksanakan.

"Tahun lalu mungkin tidak sempat baca Alquran karena kerja tahun ini bisa dimaksimalkan. Sebelumnya kalau magrib masih di jalan, sekarang bisa temani keluarga di rumah," lanjutnya.

 Baca juga: Tradisi Ngabuburit dan Kejenuhan Masyarakat Patuhi PSBB 

Berdasarkan Peraturan Walikota Tangerang nomor 29 tahun 2020 menjelaskan bahwa salah satu aturan yang harus dipatuhi selama PSBB berlangsung adalah menghindari kegiatan yang menimbulkan kerumunan.

Pembatasan kegiatan di tempat umum diatur dalam Pasal 11 yang menyatakan bahwa setiap orang yang melakukan kegiatan lebih dari 5 orang di tempat umum selama masa PSBB berlangsung akan dikenakan sanksi sosial hingga denda.

Meskipun tak disebutkan secara spesifik kegiatan apa saja yang dilarang, Walikota Tangerang Arief Wismansyah menegaskan bahwa selama PSBB tahap dua berlangsung akan ada petugas yang memantau tempat keramaian termasuk kawasan penjual takjil yang biasanya ramai oleh warga.

Aturan ini bertujuan untuk meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam menerapkan physical distancing, social distancing, dan protokol pencegahan penyebaran Covid-19.

"Yang pasti akan ada tambahan cek point di tempat jualan takjil agar masyarakat semakin disiplin," lanjutnya.

Arief juga mengatakan, agar warga tidak melakukan aktivitas yang tidak penting di luar rumah. Kegiatan selama Ramadan seperti tarawih dan yang lain juga bisa dilakukan di rumah masing-masin terlebih saat ini tengah berlangsung PSBB di Kota Tangerang.

"Tetap tingkatkan kualitas ibadah selama bulan Ramadan ini. Salatnya, ngaji dan tarawihnya dikerjain di rumah saja. Kalau semua disiplin dan tertib saya yakin pandemi ini akan segera berakhir," pungkas Arief.

Sementara itu berdasarkan data dari situs resmi Covid-19 kota Tangerang, hingga hari ini jumlah pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 bertambah menjadi 281 orang.

Dengan rincian pasien yang berhasil sembuh berjumlah 115 orang dan 140 orang sedang dalam tahap perawatan. Sementara itu sudah 26 orang meninggal dunia akibat Covid-19.

Sedangkan jumlah pasien dalam pengawasan kini berjumlah 846 orang. Jika dilihat dari data per kecamatan, jumlah pasien terkonfirmasi Covid-19 terbanyak berada di kecamatan Cibodas dan kecamatan Tangerang yaitu sebanyak 21 kasus.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini