Polisi Tangkap Pengoplos Daging Sapi di Tangerang

Isty Maulidya, Okezone · Senin 18 Mei 2020 16:20 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 18 338 2215991 polisi-tangkap-daging-sapi-dicampur-celeng-di-tangerang-selatan-hQyc78XUYy.jpg Polisi tangkap pengoplos daging celeng (Foto : Okezone.com/Isty)

TANGERANG - Menjelang Hari Raya Idul Fitri, penjualan daging sapi yang bercampur dengan daging babi ditemukan di kota Tangerang. Temuan tersebut merupakan hasil dari inspeksi mendadak yang dilakukan oleh Dinas Ketahanan Pangan (DKP) kota Tangerang di pasar Bengkok, Pinang.

Kapolrestro Tangerang Kota, Kombes Sugeng Hariyanto menjelaskan awalnya pihak DKP kota Tangerang mencurigai satu kios penjual daging. Setelah diambil sampel dan dilakukan uji laboratorium, terbukti bahwa daging yang dijual merupakan daging oplosan. Dari 100 kg daging sapi yang dibawa, 36kg diantaranya merupakan daging babi.

"Tim gabungan DKP dan Sat Reskrim Polres melakukan operasi pasar menjelang Idul Fitri, saat itu dilakukan pengecekan cepat dan salah satu lapak diketahui menjual daging babi hutan (celeng) yang dicampur dengan daging sapi segar," jelas Sugeng pada Senin (18/5/2020).

Kemudian, pelaku Ahmad (41) digiring ke Mapolrestro Tangerang Kota untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut. Kepada polisi, Ahmad mengaku bahwa dia sengaja mencampurkan daging babi dengan daging sapi untuk mengambil keuntungan yang lebih besar. Harga daging babi yang sangat murah membuat Ahmad gelap mata dan mengataka kepada pembeli bahwa daging yang dijualnya adalah daging sapi impor.

"Modus pelaku ingin mendapatkan keuntungan lebih banyak. Kalau daging sapi murni sekarang di pasar Rp 115 ribu, tapi pelaku menjual hanya Rp70 ribu dan dia mengaku bahwa ini adalah daging impor," jelas Sugeng.

Ahmad mendapatkan pasokan daging dari RMT alias Tarigan yang dikirim dari Palembang. Daging celeng yang didapatnya dari Tarigan dibeli seharga Rp35 ribu per kilogram. Tak hanya itu, Ahmad juga menambahkan formalin pada daging tersebut agar awet dan dapat disimpan lebih lama. Daging babi sisa yang tidak habis terjual disimpan kembali jadi satu dengan daging sapi lainnya kemudian disimpan dalam rak yang diberi balok es dan ditutup dengan karung.

"Pelaku mendapatkan daging babi dari RMT dan sudah berjalan sejak bulan Maret. Supaya awet daging-daging tersebut diberi tambahan bahan berbahaya berupa formalin,' ujar Sugeng.

Baca Juga : Walhi Pertanyakan Pengelolaan Limbah Medis Corona, Jangan Jadi Bencana Baru

Kini Ahmad dan Tarigan sudah ditahan di Mapolrestro Tangerang Kota dengan dugaan tindak pidana memalsukan produk hewan dan menggunakan bahan tambahan yang dilarang. Serta terancam hukuman 5 tahun penjara atau pidana denda paling banyak Rp2 Miliar.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini