Ada Pembongkaran JPO, Jasa Marga Siapkan Skema Buka-Tutup di Tol Jakarta-Cikampek

Harits Tryan Akhmad, Okezone · Selasa 19 Mei 2020 22:02 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 19 338 2216703 ada-pembongkaran-jpo-jasa-marga-siapkan-skema-buka-tutup-di-tol-jakarta-cikampek-c6eg6O8eVU.jfif Ruas Tol Jakarta-Cikampek. (Foto : Ist)

JAKARTA – Jasa Marga Transjawa Toll Road Regional Division (JTT) akan menerapkan skema buka tutup di KM 10+550 ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek. Hal tersebut sehubungan dengan akan dilaksanakannya pekerjaan pembongkaran jembatan penyeberangan orang (JPO) di lokasi.

“Jasa Marga Transjawa Toll Road Regional Division (JTT) selaku pengelola ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek akan melakukan skema buka tutup lajur pada lokasi pekerjaan,” ujar General Manage Representative Office 1 Jasa Marga Transjawa Toll Road Regional Division, Widiyatmiko Nursejati, dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (19/5/2020).

Pada tahap I, jelas Widiyatmiko, pekerjaan pembongkaran, skema buka-tutup lajur akan dilaksanakan pada jalur menuju Jakarta (Jalur B). Adapun pekerjaan pembongkaran JPO KM 10+550 ini akan dimulai pada Rabu (20/5/2020) pukul 22.00 sampai 05.00 WIB.

“Pada saat proses penurunan main girder akan dilakukan skema contraflow karena akan menutup jalur menuju Jakarta dengan total waktu penutupan selama kurang lebih 2 jam,” katanya.

Ia melanjutkan, untuk mengantisipasi kepadatan, Regional JTT bekerja sama dengan kepolisian telah menyiapkan rekayasa lalu lintas berupa sistem buka tutup lajur 2 dan 3 arah Jakarta dan persiapan contraflow secara situasional dengan titik awal KM 11+000 sampai KM 08+000 Jalan Tol Jakarta-Cikampek arah Cikampek apabila terjadi antrean kendaraan.

Regional JTT juga telah melakukan sosialisasi rencana pekerjaan dengan memasang media luar ruang berupa spanduk imbauan pekerjaan pada KM 17+000 arah Jakarta dan KM 04+000 arah Cikampek serta Variable Message Sign (VMS) di Jalan Tol Cikampek arah Cikampek dan arah Jakarta.

“Oleh sebab itu, Jasa Marga mengimbau pengguna jalan dapat mengantisipasi perjalanan sebelum memasuki jalan tol,” tutur Widiyatmiko.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini