Modus Antar Makanan, Pengedar Narkoba Jaringan Internasional Ditangkap Polisi

Achmad Fardiansyah , Okezone · Kamis 21 Mei 2020 01:31 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 21 338 2217335 modus-antar-makanan-pengedar-narkoba-jaringan-internasional-ditangkap-polisi-nt6tsnTBwn.jfif Polres Metro Jakarta Pusat rilis pengungkapan kasus narkoba jaringan internasional. (Ist)

JAKARTA – Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Pusat membongkar penyelundupan narkoba jenis sabu seberat 8,5 kilogram (kg). Pelaku menyembunyikan sabu tersebut di sebuah tas milik restoran siap saji.

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Heru Novianto mengatakan, dalam pengungkapan tersebut ada lima pengedar yang ditangkap. Mereka ditangkap di kawasan Ciputat, Tangerang Selatan dan Sawangan, Depok.

"Para pelaku adalah, RW, IN, EI, MA dan TA. Kelimanya ditangkap di dua lokasi," katanya kepada wartawan, Rabu (20/5/2020).

Heru mengungkapkan, salah satu pelaku, IN yang berperan sebagai kurir. Untuk mengelabui petugas, IN menggunakan tas makanan delivery order milik restoran siap saji yang di dalamnya berisi narkoba.

"Ini kamuflase saja. Mereka sarana saja pakai kotak pengiriman agar tak kelihatan petugas," ucapnya.

Setelah ditelusuri, narkoba jenis sabu berasal dari Malaysia yang dikirim ke Tanah Air melalui jalur laut.

Polres Metro Jakarta Pusat ungkap kasus narkoba jaringan internasional. (Ist)

"Ini melibatkan jaringan internasional dan produksi luar negeri. Mereka hanya kurir sebab pabriknya berada di luar negeri," ucapnya.

IN memasok sabu ke pelanggannya layaknya petugas pengantar makanan dari rumah makan siap saja. Hal ini dilakukan lantaran saat ini tempat hiburan malam tutup selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

"Jadi target penjualnya kelompok ini menyasar perorangan. Biasanya masuk tempat hiburan malam," ujarnya.

Sementara itu, Kasat Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Afandi Eka Putra mengatakan, jumlah barang haram di tas yang biasanya untuk makanan bisa memuat 6 kg hingga 8,5 kg

"Jadi dia pura-pura saja pakai itu. Sekali masuk ke tas, bisa muat sampai 6 sampai 8,5 kilogram," ucap Afandi.

Afandi mengatakan, IN mendapatkan tas tersebut dari rekannya. Tas itulah digunakan untuk mengelabui polisi.

"Tas itu dari teman itu. Kebetulan buat angkut narkoba saja," ucapnya.

Baca Juga : Polisi Tangkap Bandar Narkoba Lintas Provinsi

Akibat perbuatannya para pelaku dijerat Pasal 114 sub112 junto 132 tentang narkoba.

"Ancaman hukuman 20 tahun penjara. Masyarakat diimbau menjauhi narkoba," tutur Afandi.

Baca Juga : Sindikat Narkoba Kirim Sabu 71 Kg Bermodus Kiriman Sembako Covid-19

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini