nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Berlaku Hari Ini, Pemprov Terima 2.256 Permohonan Surat Izin Keluar Masuk Jakarta

Pernita Hestin Untari, Okezone · Jum'at 22 Mei 2020 11:36 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 05 22 338 2217901 berlaku-hari-ini-pemprov-terima-2-256-permohonan-surat-izin-keluar-masuk-jakarta-wV4L4qQXqR.jpg Petugas melakukan pemeriksaan di lokasi check point Lebak Bulus, Jakarta (Foto: TMC)

JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah menerima 2.256 Surat Izin Keluar Masuk Jakarta (SIKM). Sementara itu, SIKM yang telah diterbitkan Pemprov DKI sekira 119 pada 21 Mei 2020 pukul 19.22 WIB.

“Sejak dibuka pada Jumat 15 Mei 2020, total 77.894 user berhasil mengakses perizinan SIKM dan tercatat 2.256 permohonan SIKM yang diterima. Dari total permohonan yang diterima tersebut, terdapat 860 permohonan baru diajukan per kemarin,” kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), Benny Chandra dalam keterangan tertulis.

Untuk diketahui, mulai hari ini setiap orang yang masuk ke Jakarta mulai diperketat dan harus memiliki SIKM.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan, akan melakukan pengawasan secara ketat terhadap setiap pengemudi mobil dan motor yang akan masuk dan ke luar wilayah Ibu Kota.

Baca Juga: PSBB Tahap 3 Jakarta, Petugas Gabungan Perketat Pemeriksaan Sejumlah Titik

Ia mengaku akan memperketat pengawasan 12 titik penghubung antar Jakarta-Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek), sehingga diharapkan dapat memperkecil ruang gerak masyarakat yang hendak bepergian yang tidak sesuai dengan ketentuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Nantinya, mereka yang melanggar akan langsung diputarbalikkan ke daerah asal.

“Akan langsung diputarbalikkan (pengemudi mobil dan motor yang tak punya SIKM. Kita akan operasi di 12 tiitik. Yang di kawasan perbatasan dengan Jakarta,” kata Syafrin.

Ilustrasi 

Syafrin menambahkan, akan menerjunkan sekira 2.000 personel untuk melakukan pengawasan dan pemeriksaan SIKM. Bagi pengendara yang melakukan pelanggaran akan dijatuhi sanksi.

“Di dalam SIKM yang diatur adalah jika pelanggarannya oleh operator transportasi, maka dendanya bisa Rp 10 juta atau kendaraanya kami derek. Sementara, untuk perorangan (pengemudi motor dan mobil) kami putar balikkan, kembali ke semula,” kata dia.

Syafrin menyatakan, pihaknya masih memberi toleransi terhadap orang yang bekerja di Pimpinan Lembaga Tinggi Negara, Korps Perwakilan Negara Asing dan/atau Organisasi Internasional sesuai dengan hukum internasional, TNI, Polri, petugas jalan tol, petugas penanganan Covid-19, petugas ambulans, pemadam kebakaran, petugas mobil jenazah.

Baca Juga: Mulai Hari Ini, Pengendara Tak Miliki Surat Izin Dilarang Keluar-Masuk Jakarta! 

Kemudian, kendaraan angkutan barang yang tak membawa penumpang, pengemudi angkutan obat-obatan dan alat kesehatan, pasien yang membutuhkan pelayanan, serta orang yang memiliki tugas pekerjaan di 11 sektor yang diizinkan selama masa PSBB.

“Jadi, bagi yang belum memliki kartu SIKM tapi ternyata pergerakannya sesuai dengan aturan PSBB, kita tetap perbolehkan dulu. Mulai 25 Mei 2020 tidak ada toleransi. Semua yang masuk Jakarta harus sudah punya SIKM. Jadi semua pergerakan yang tidak memiliki SIKM akan kita putar balikkan,” ujarnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini