Shalat Id di Jakarta Belum Aman Jika Dilaksanakan di Masjid atau Lapangan

Achmad Fardiansyah , Okezone · Jum'at 22 Mei 2020 18:22 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 22 338 2218195 shalat-id-di-jakarta-belum-aman-jika-dilaksanakan-di-masjid-atau-lapangan-DtpkcB4kUD.jpg Ilustrasi (Foto : Okezone.com)

JAKARTA - Shalat Idul Fitri di masjid maupun di lapangan belum aman dilakukan di DKI Jakarta. Hal tersebut disampaikan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jakarta Munahar Muchtar menegaskan bahwa kawasan Jakarta masih belum aman untuk pelaksanaan ibadah shalat Idul Fitri secara berjamaah di masjid atau lapangan.

"Di Jakarta seperti yang disampaikan oleh Pak Gubernur yang tentu beliau sudah berbicara melalui tim ahli yang sudah sangat paham tentang kondisi Jakarta. Kita sudah mengerti semuanya Jakarta masih belum aman," kata Munahar dalam siaran langsung melalui akun Facebook Pemprov DKI Jakarta, Jumat (22/5/2020).

Mengacu pada Fatwa MUI Nomor 14, 18 dan 28 Tahun 2020, sambungnya, maka Jakarta belum bisa menggelar ibadah berjamaah di masjid.

"Kita selalu berpesan kepada warga Jakarta, kepada umat Islam pada khususnya, mari sama-sama kita tetap mengikuti aturan petunjuk dan peraturan yang telah ditentukan," ucap Munahar.

Baca Juga : Soal Kembang Api, Ganjar Telfon Wali Kota Tegal 

Idul Fitri 1441 Hijriah sendiri diperkirakan jatuh pada Minggu 24 Mei 2020. Pakar astronomi dari Tim Falakiyah Kementerian Agama, Cecep Nurwendaya mengatakan, bahwa hingga hari ini atau 29 Ramadan, ketinggian hilal belum mencapai kesepakatan MABIMS. Hal ini disampaikan Cecep saat memaparkan data posisi hilal menjelang awal bulan Syawal 1441H/2020M pada Sidang Isbat Awal Syawal 1441H, di Kementerian Agama.

"Pada hari Jumat tanggal 22 Mei atau 29 ramadan ini belum memenuhi kriteria kesepakatan menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia Singapore. Bahwa tinggi hilal minimal 2 derajat sampai 3 derajat. Kemudian umur bulan minimal delapan jam setelah terjadi ijtima'," kata Cecep.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini