Di Antara Takbir dan Corona, Semangat Pasukan Oranye Tak Kendor Bersihkan Jakarta

Fadel Prayoga, Okezone · Minggu 24 Mei 2020 14:29 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 24 338 2218926 di-antara-takbir-dan-corona-semangat-pasukan-oranye-tak-kendor-bersihkan-jakarta-S7WEA4GxGI.jpg Pasukan oranye sedang membersihkan sampah (Foto: Fadel Prayoga)

JAKARTA – “Allaahu akbar Allaahu akbar Allaahu akbar, laa illaa haillallahuwaallaahuakbar, Allaahu akbar walillaahil ham.” Mendengar lafaz takbiran malam Hari Raya Idul Fitri itu selalu membuat hati seorang Penyedia Jasa Lainnya Orang Perorangan (PJLP), Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Sabani terenyuh ketika sedang bertugas menjaga kebersihan wilayah Ibu Kota.

“(Mendengar gema takbir) Saat malam takbirannya, saya pasti terenyuh,” kata Sahbani ketika berbincang dengan Okezone, Sabtu 23 Mei 2020.

Pria yang sudah bekerja sebagai pasukan oranye Dinas Lingkungan Hidup itu sejak 2013 mengaku ikhlas menjalani pekerjaan tersebut. Meski, lantunan takbir terus menggema di telinganya. Salah satu yang memicu semangat dirinya ialah dukungan dari pihak keluarga. 

“Jadi, memang sudah tugas. Mau diapakan. Orang di rumah juga sudah paham pekerjaan saya seperti ini,” ujarnya.

pasukan oranye

Sahbani pun tetap telaten memunguti sampah-sampah bekas kegiatan takbiran keliling, sebelum masa pandemi virus corona atau Covid-19 melanda Jakarta. Ia mengakui bila usai kegiatan menyambut hari kemenangan itu jalanan Jakarta kerap kotor.

Dirinya harus bertanggung jawab atas kebersihan di wilayahnya. Sehingga, sampah-sampah yang bertebaran harus disapu hingga jalanan kembali kinclong. Bahkan, sampai suara takbir yang semula memekakkan telinganya pun perlahan mulai terdengar samar-sama di telinganya.

"Biasanya kalau suara takbir sudah tidak lagi kencang terdengar, tandanya itu sudah menjelang subuh," katanya.

Setibanya di rumah, dirinya hanya bisa melepas lelah sebentar. Pasalnya, ia kerap sampai kediamannya di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat, ketika matahari sudah mulai terbit. Dirinya pun langsung bersih-bersih untuk melaksanakan Sholat Id di masjid dekat rumahnya.

pasukan oranye 

Tatkala perayaan Hari Raya Idul Fitri tiba, kata dia, Dinas Lingkungan Hidup kerap memberi kelonggaran waktu masuk kerja terhadap para pasukan oranye yang beragama Islam. Sehingga, kala Sholat Id berlangsung, yang bertugas adalah para PJLP yang tak merayakan lebaran.

“Kalau untuk kita, Sholat Idul Fitri kalau yang muslim, pasti ada toleransi. Teman juga ada yang non-muslim ada. Pasti pagi-pagi sudah sampai (untuk kerja duluan),” ujarnya.

Tetap Beraktivitas Meski Ada Pandemi Covid-19

Lelaki berumur 33 tahun itu mengaku tetap melakukan aktivitas seperti biasa selama Jakarta dilanda pandemi virus corona atau Covid-19. Salah satu kiat agar badan tetap terhindar dari penyakit asal Wuhan, China itu adalah selalu memperhatikan protokol kesehatan setelah selesai membersihkan jalanan.

Selain itu, lanjut dia, yang membuat dirinya tak khawatir ialah, selalu dibekali alat pelindung diri, seperti masker, sarung tangan dan hand sanitizer oleh pihak kelurahan saat akan bertugas.

“Untuk teman-teman di lapangan sudah diinstruksikan dari kepala dinas. Kita selalu safety, pakai masker, sarung tangan dan hand sanitizer,” katanya.

Saat wilayah Ibu Kota menerapkan status Pembatasan Sosial berskala besar (PSBB), kata dia, volume sampah masih sama seperti biasanya. Sebab, kini intensitas ujan dan angin kencang masih kerap melanda Jakarta, sehingga banyak daun-daun yang rontok berjatuhan ke jalanan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini