Cerita Perawat yang 7 Tahun Tak Bisa Mudik Lebaran

Puteranegara Batubara, Okezone · Minggu 24 Mei 2020 14:37 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 05 24 338 2218928 cerita-perawat-yang-7-tahun-tak-bisa-mudik-lebaran-vlKIwrg5tw.jpg (Foto: Okezone.com/Puteranegara)

TUGAS Bayu sebagai perawat membuatnya harus tetap bekerja, meski di tengah momen lebaran. Padahal, Bayu sudah berencana pulang kampung ke ke Banjar, Jawa Barat dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tahun ini. Namun, pandemi Covid-19 membuatnya harus tetap bertugas.

"Jadi perawat sudah dari 2013. Sejak saat itu saya tak bisa pulang kampung saat lebaran," kata Bayu saat berbincang dengan Okezone, Sabtu 23 Mei 2020.

Sebagai manusia, dia dirundung kesedihan karena tak bisa berkumpul dengan keluarga di kampung. Biasanya dia baru bisa pulang satu bulan setelah lebaran.

"Perasaannya ada sedihnya juga tak bisa mudik di saat hari lebaran," ujar alumni SMA Angkasa 1 itu.

Tahun ini menjadi klimaks kesedihan Bayu di tengah lebaran. Mengingat, perayaannya harus dilewati berbarengan dengan pandemi Covid-19 atau virus corona di Indonesia.

Bayu jadi perwakilan Puskesmas Malaka Sari, sebagai Tim Covid-19 Kecamatan, Duren Sawit. Aktivitas Bayu kini banyak dihabiskan menangani pasien terkait virus corona.

Baca juga: IDI: Dokter & Tenaga Medis Tidak Akan Menyerah untuk Berjuang Tangani Covid-19

"Apalagi tahun ini pas pandemi Covid-19, sama sekali tak bisa mudik. Soalnya, saya juga kan tim Covid-19 di wilayah Duren Sawit," ujarnya.

Jangankan pulang kampung, untuk kembali ke rumah saja dia sangat merasa was-was. Maklum, Bayu khawatir menjadi pembawa virus ke rumah yang ditinggali istri di kawasan Pondok Kelapa, Jakarta Timur.

Foto: Istimewa

Sebelum pulang ke rumah, Bayu selalu melakukan “ritual” agar istrinya tak tertular. Dia melepas baju hazmat lalu mandi. Setelah sampai di rumah, dia mandi lagi dan meletakkan pakaian kotornya ke ember yang dicampur disinfektan. Hal itu dilakukan baik pagi, siang maupun tengah malam.

"Pulang sih tetap ke rumah. Tapi rasa was-was langsung ketemu istri, itu sih yang bikin tambah agak sedih," ucap Bayu.

Sepanjang karirnya sebagai perawat, Bayu belum pernah mendapatkan jatah pulang kampung di saat Hari Raya Idul Fitri. Hal itu karena urgensi pekerjaannya menjadi ganjalan untuknya bisa mendapatkan cuti lebaran.

Sebelum bekerja di puskesmas, Bayu bertugas selama 4 tahun salah satu rumah sakit. Setiap tahunnya, cuti lebaran hanya bisa diperoleh untuk dua orang perawat setiap tahunnya.

"Soalnya kalau waktu zaman di RS, itu boleh ambilnya itu satu hari lebaran misalnya tanggal 24. Nah tanggal 24 seminggu sebelumnya siapa terus 25 seminggu setelahnya siapa. Jadi, dua orang yang boleh cuti, enggak bisa sembarangan. Apalagi dulu tugas di ruang operasi tak bisa cuti sembarangan," cerita Bayu.

Tiga tahun terakhir di Puskesmas, Bayu juga belum mendapatkan kesempatan untuk cuti saat lebaran. Saat ini tiap tahunnya di hari kemenangan, dia selalu bertugas untuk menjaga posko kesehatan.

"Kalau sekarang 3 tahun di puskesmas, karena tiap lebaran selalu jaga bantuan kesehatan ketupat di lapangan, di posko kesehatan," kata Bayu.

Disaat pandemi Covid-19, Bayu bertugas di wilayah perbatasan Jakarta dan Bekasi.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini