Anies: Sejak PSBB, Jakarta Tunjukkan Kemajuan Signifikan

Fadel Prayoga, Okezone · Senin 25 Mei 2020 16:47 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 25 338 2219344 anies-sejak-psbb-jakarta-tunjukkan-kemajuan-signifikan-L0azx2DVdZ.JPG Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (Foto : Okezone.com)

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan menegaskan penanganan virus corona atau Covid-19 kian menunjukkan hasil positif sejak Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diberlakukan pada 10 April 2020.

Penanganan Covid-19 dilakukan dengan menutup fasos-fasum hingga melarang kegiatan yang bersifat mengumpulkan massa.

"Saya sampaikan, sejak dilakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar. Baik ketika resmi PSBB maupun pertengahan Maret. Di Jakarta, kita sesudah menutup sekolah. Menutup kegiatan sifat kumpulkan orang, termasuk menutup fasilitas umum. Dua bulan lebih Jakarta menunjukkan kemajuan signifikan," kata Anies di BNPB, Jakarta Timur, Senin (25/5/2020).

Anies Perpanjang PSBB hingga 4 Juni 2020

Menurut dia, hasil itu tak lepas dari kerja keras seluruh pihak dan masyarakat Jabodetabek. Pasalnya, potensi penularan tidak terjadi lantaran aktivitas pertemuan sudah dibatasi.

"Ini adalah hasil kerja semua masyarakat di wilayah Jakarta dan Jabodetabek. Karena virus-virusnya menular melalui pertemuan karena itu pertemuannya dikurangi. Pertemuannya ditiadakan agar mengurangi penularan agar meniadakan pertemuannya, dan pertemuan ini adalah pertemuan ekonomi, pertemuan sosial, pertemuan budaya termasuk pertemuan keagamaan," kata dia.


Baca Juga : Anies Sebut Selama PSBB 60% Warga Jakarta Berada di Rumah

Ia menyebut sebanyak 60% warga Ibu Kota berada di dalam rumah selama PSBB diterapkan. Hal itu berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI).

“Pembatasan yang dilakukan di Jakarta dan Jabodetabek, menurut catatan hampir 60% masyarakat di Jakarta tidak berpergian,” kata dia.

Ia menjelaskan, penelitian itu dibuktikan dengan adanya jumlah penurunan penggunaan transpotasi dari mulai kendaraan pribadi hingga umum.

“Kendaraan pribadi pun tinggal 45%, MRT penumpangnya tinggl 5%, bus tinggal 10-12%. Artinya ada penurunan signifikan,” ujarnya.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini