Satpol PP Kota Bogor Tindak 1.502 Pelanggar PSSB

Putra Ramadhani Astyawan, Okezone · Selasa 26 Mei 2020 23:29 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 05 26 338 2219982 satpol-pp-kota-bogor-tindak-1-502-pelanggar-pssb-X1cQ4sRBOm.jpg Petugas satpol PP saat menindak di check point (foto: Okezone.com/Arif)

BOGOR - Satpol PP Kota Bogor telah menindak sebanyak 1.502 pelanggar, dan menyetorkan hasil sanksi administrasi ke kas daerah dari 5 tempat usaha sebesar Rp22 juta sejak Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sejak 15 April 2020 lalu.

"Total di kami dari PSBB tahap I, II dan III ada 1.502 pelanggar, diantaranya 819 pelanggar yang tidak menggunakan masker, berboncengan beda alamat 56 orang," kata Kasatpol PP Kota Bogor, Agustian Syah kepada wartawan, Selasa (26/05/2020).

Agus merinci, dari data pemantauan selama PSBB tahap I ada 22 pelanggar tidak menggunakan masker, 28 tempat usaha melanggar jam operasional, 31 lokasi kerumunan yang terpaksa dibubarkan.

Kemudian, PSBB tahap II, ada 360 pelanggar tidak menggunakan masker, 257 tempat usaha melanggar jam operasional, 24 lokasi kerumunan yang dibubarkan dan 6 tempat usaha yang disegel.

 PSBB

Terakhir, PSBB tahap III ada 437 pelanggar tidak menggunakan masker, 213 tempat usaha melanggar jam operasional, 74 lokasi kerumunan yang dibubarkan, 56 orang berboncengan berbeda alamat, dan 5 tempat usaha yang disegel dan membayar sanksi denda ke Kas Daerah sebesar Rp 22 juta.

"Kami menerapkan sanksi administrasi di PSBB tahap III dengan total denda Rp 22 juta terdiri dari toko baju dan toko sepatu. Penerapan denda ini berlaku sesuai Perwali Nomor 37 Tahun 2020 tentang Juknis pelaksanaan penerapan sanksi pelanggaran PSBB dalam penanganan Covid-19," jelasnya.

Berdasarkan hasil evaluasi, PSBB tahap I warga lebih patuh. PSBB tahap II disiplin warga mulai menurun dan tahap III lebih banyak lagi yang tidak disiplin.

"Tapi kami tetap terapkan sanksi yang tegas," katanya.

Sementara, mengenai sanksi hingga pencabutan izin usaha bagi toko hingga saat ini belum ada. Pasalnya, setelah disegel tokonya pelanggar langsung membayar sanksi dendanya ke kas daerah.

"Kalau memang masih buka setelah di segel dan di denda rekomendasinya kita akan cabut izinnya. Tapi sampai saat ini belum ada," pungkasnya.

(wal)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini