Kadishub DKI: 1,8 Juta Orang Sudah Tinggalkan Jabodetabek

Harits Tryan Akhmad, Okezone · Kamis 28 Mei 2020 11:33 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 28 338 2220811 kadishub-dki-1-8-juta-orang-sudah-tinggalkan-jabodetabek-DbJzNXRS55.jpg Kadishub DKI Syafrin Liputo (Foto : Okezone.com)

JAKARTA - Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta, Syafrin Liputo mengatakan berdasarkan data yang dimilikinya tercatat ada sekitar 1,8 juta orang terlanjur mudik atau keluar dari wilayah Jakarta, Bogor, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) di tengah pandemi virus corona atau Covid-19.

"Maka total yang sudah keluar Jabodetabek saat ini lebih kurang 1,7 atau 1,8 orang," kata Syafrin di Graha BNPB Jakarta, Kamis (28/5/2020).

Kata Syafrin, para pemudik menggunakan yang angkutan transportasi umum sebanyak 750.000 orang dan yang menggunakan kendaraan pribadi sekitar 900.000 orang.

"Yang menggunakan angkutan umum lebih kurang 750.000 orang, di sisi lain yang menggunakan pribadi berdasarkan data PT Jasa Marga yang keluar dari Jabodetabek itu total lebih kurang 465.500 kendaraan kita kalikan okupansinya dua saja berkendara maka hampir 900.000," tuturnya.

Dengan adanya data tersebut, Syafrin pun Pemprov DKI bakal melakukan antisipasi arus balik ke Jakarta. Seperti halnya melakukan penyekatan di wilayah Jabodetabek untuk melakukan pemeriksaan surat izin keluar masuk (SIKM) ke wilayah Ibu Kota.

"Oleh sebab itu melalui peraturan Gubernur Nomor 47 ini diatur yang akan masuk itu wajib memiliki surat izin keluar masuk. Tentu mereka harus mengurus dan ada persyaratan kegiatan mana saja, siapa aja yang bisa masuk dan ini yang akan mendapatkan izin," ujarnya.

Selain itu, dia menekankan jika orang dari luar Jabodetabek yang akan masuk ke Jakarta harus mengantongi izin SIKM. Jika saat diperiksa di cek point tak memiliki, maka petugas dari jajaran Pemprov DKI, Polri dan TNI akan meminta orang tersebut untuk memutar balik.

Baca Juga : Presiden Jokowi: Pandemi Covid-19 Ubah Tren Pariwisata Dunia

"Melalui penyekatan di Jabodetabek kita akan melakukan seleksi siapa yang surat izin memiliki keluar masuk ini dan yang tidak punya kita akan putar balikkan," imbuhnya.

Lebih lanjut, Syafrin menyebut penyekatan bahkan sudah dilakukan oleh anggota Polri dan TNI di provinsi lainnya. Mulai dari Jawa Timur hingga Jawa Barat. "Rekan-rekan Polda dan TNI Jawa Timur di Jawa Tengah, DIY, Jawa Barat ini sudah melakukan penyekatan sepanjang jalan sehingga ketika masuk ke Jabodetabek itu sudah terseleksi," tandasnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini