Pemkot Bekasi Perbolehkan Warganya Kembali Sholat Jumat di Masjid, Tapi...

Wisnu Yusep, Okezone · Jum'at 29 Mei 2020 11:32 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 29 338 2221392 pemkot-bekasi-perbolehkan-warganya-kembali-sholat-jumat-di-masjid-tapi-MGCkhDmqu3.jpg Ilustrasi. Foto: Istimewa

BEKASI - Pemerintah Kota Bekasi telah memperbolehkan seluruh rumah ibadah menggelar kegiatan seperti biasa di tengah pademi virus corona atau Covid-19.

Seperti umat Islam agar kembali menggelar sholat lima waktu maupun Sholat Jumat. Kebijakan ini setelah Majelis Ulama Indonesia (MUI), Forum Kerumunan Umat Beragama (FKUB), tokoh masyarakat, Polres Metro Bekasi Kota dan Kodim Bekasi Kota menggelar rapat pada Rabu 27 Mei 2020.

Pembukaan rumah ibadah seperti Masjid di tengah pademi Covid-19 ini, kata Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi setelah melihat data penyebaran virus corona mulai menujukan penurunan.

"Kalau dilihat data, lajunya semakin rendah. Angka kematian pun rendah, sehingga kami memberikan kesempatan agar rumah ibadah kembali menggelar kegiatan seperti Sholat Jumat," kata pria yang disapa Pepen itu kepada wartawan, Jumat (29/5/2020).

Begitu juga, lanjut politikus Golkar itu, bagi rumah ibadah umat lainnya agar bisa kembali menggelar kegiatan di rumah ibadah.

"Begitu juga, bagi non Muslim dapat melakukan kegiatan ibadat bagi warga masyarakat di tempat ibadahnya," kata Pepen.

Keputusan ini lanjut Rahmat, secara otomatis memperbolehkan juga kegiatan salat lima waktu di Masjid atau musala.

"Mulai hari ini, Jumat besok (29/5) sudah dapat menggunakan masjid sebagai sarana salat Jumat dan salat lima waktu," tegas Pepen.

Baca Juga: Ini Daerah-Daerah yang Perbolehkan Sholat Jumat

Meski diperbolehkan menggelar Sholat di Masjid, umat Islam agar tetap menerapkan protokol kesehatan. Salah satunya, menggunakan masker dan menjaga jarak selanjutnya harus menyemprotkan disinfektan.

"Dan yang berjamaah adalah orang yang tinggal di lingkungan masjid, terus untuk kegiatan ibadah lain tentunya menyesuaikan," ungkapnya.

Misalnya, kata Pepen melanjutkan, umat gereja yang berdomisili jauh, maka harus benar-benar mengedepankan protokol kesehatan.

"Kadang-kadang domisilinya jauh, kita lihat sepanjang dia sehat dia dapat melakukan kegiatan ibadah di situ tapi dengan radius tertentu," jelasnya.

Baca Juga: DMI: Masjid-Masjid Segera Dibuka, Kecuali di Zona Merah

Keputusan ini berlaku, kata dia, berlaku untuk rumah ibadah yang berada di zona hijau. Terlebih, di Kota Bekasi hingga kini terdapat 49 kelurahan zona hijau dengan 7 kelurahan masih berstatus zona merah pandemi Covid-19.

"Yang 7 kelurahan zona merah masih belum, sama kaya Idulfitri kemarin, Salat Id, makanya kalau ada gereja misalnya di zona merah enggak boleh, kita menghormati zona yang masih merah," ungkap Pepen.

(abp)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini