Banyak Pembantu Rumah Tangga yang Tak Bisa Kembali ke Jakarta

Achmad Fardiansyah , Okezone · Sabtu 30 Mei 2020 14:32 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 05 30 338 2222023 banyak-pembantu-rumah-tangga-yang-tak-bisa-kembali-ke-jakarta-AddB4F7MAI.jpg Ilustrasi

JAKARTA - Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) membeberkan 12.710 warga yang Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) Jakarta ditolak didominasi mereka yang berprofesi sebagai pembantu rumah tangga yang hendak kembali ke tempat kerjanya di Jakarta.

Pemerintah menolak, dikarenakan para asisten rumah tangga (ART) tidak termasuk 11 sektor yang dikecualikan untuk kembali ke Ibu Kota.

"Kami masih menemukan banyaknya permohonan SIKM yang diajukan di luar ketentuan yang sudah ditetapkan. Banyak pemohon mengajukan permohonan untuk ART yang akan kembali bekerja di Jakarta," kata Kepala Dinas DPMPTSP Provinsi DKI Jakarta Benni Aguscandra, Sabtu (30/5/2020).

Benni menambahkan, para ART tersebut sebelumnya mudik saat aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan larangan mudik diberlakukan di Jakarta, hal ini juga menjadi salah satu pertimbangan untuk menolak penerbitan SIKM.

"ART tersebut pergi ke kampung halamannya saat Peraturan Pelaksanaan PSBB diberlakukan di wilayah DKI Jakarta. Jelas permohonan SIKM tersebut kami tolak,” ujarnya.

Baca Juga : Sri Sultan Ingatkan New Normal Bukan Bebas Beraktivitas

Karena itu, Benni meminta kepada masyarakat agar lebih teliti dalam pengajuan SIKM yang hanya diperuntukan 11 sektor dikecualikan.

"Dengan begitu seluruh pihak dapat membantu kami agar menyelesaikan pemrosesan perizinan SIKM dengan Cepat dan tentunya juga membantu Warga yang benar-benar memerlukan SIKM tersebut," tutupnya.

Sebagaimana diletahui, SIKM hanya diberikan kepada orang, pelaku usaha, atau orang asing yang karena tugas dan pekerjaannya termasuk pada 11 sektor yang diizinkan beroperasi selama pelaksanaan PSBB di wilayah Provinsi DKI Jakarta.

SIKM juga dapat diberikan karena keperluan yang bersifat mendesak. Keperluan mendesak yang dimaksud yaitu perjalanan orang yang anggota keluarga intinya sakit keras atau meninggal dunia.

(aky)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini