Share

Hindari Antrean, Bandara Soekarno-Hatta Terapkan Pemeriksaan Digital

Isty Maulidya, Okezone · Selasa 02 Juni 2020 08:27 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 02 338 2223045 hindari-antrean-bandara-soekarno-hatta-terapkan-pemeriksaan-digital-jf1cipcgnn.jpg (Foto: Isty Maulidya/Okezone)

TANGERANG - PT Angkasa Pura II sedang menyiapkan sistem pemeriksaan digital di Bandara Soekarno-Hatta. Hal ini dilakukan sebagai antisipasi adanya antrean panjang saat new normal atau kenormalan baru dimulai.

Saat sistem baru tersebut diterapkan, penumpang tinggal mengunggah dokumen perjalanan sesuai dengan ketentuan melalui aplikasi Travel Declaration (Travelation) atau melalui website https://travelation.angkasapura2.co.id/.

Direktur Utama PT Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin mengatakan bahwa dengan adanya pemeriksaan dokumen secara digital calon penumpang dapat memangkas waktu pemeriksaan di bandara. Sehingga, calon penumpang tidak perlu terlalu awal datang ke bandara dan bisa memanfaatkan waktu tunggu untuk aktivitas lain.

"Ini untuk mempermudah. Pada intinya di kemudian hari hal-hal dan cara baru ini akan sangat berubah, tidak bisa lagi dengan cara sebelumnya. Konsep ini supaya mempersingkat waktu dan tidak menurunkan pelayanan serta efesien layanan," tutur Awaluddin saat dijumpai di Terminal 3 Bandara Soetta, Tangerang, Selasa (2/6/2020).

Rencananya, mekanisme pemeriksaan digital akan diterapkan sebelum tanggal 7 Juni 2020. Saat ini, PT Angkasa Pura II bersama dengan berbagai pihak terkait tengah melakukan simulasi pemeriksaan dokumen secara digital mulai hari Minggu lalu.

Simulasi tersebut bertujuan untuk memastikan semua prosedur berjalan secara efektif, serta untuk memastikan jaminan kesehatan bagi calon penumpang sebelum terbang tetap dilakukan dengan baik.

"Karena konsepnya konsep baru dengan menggunakan pembatasan dan pengendalian tentu saja ada metode screening dan pemeriksaan yang hal ini kami harapkan bisa secara efektif melalui digitalisasi," kata Awaluddin.

Lebih jauh Awaluddin menjelaskan, dengan implementasi digitalisasi ini nantinya calon penumpang dapat dengan mudah memperoleh surat pre-clearance tanpa mengganggu kenyamanan. Selain itu, pihaknya juga akan bekerjasama dengan maskapai penerbangan agar proses pemeriksaan yang baru bisa efektif dijalankan

"Dan kondisi ini sedang kita gagas dengan maskapai hingga prosedur dan mekanisme ini bisa berjalan. Karena kalau tidak, berdampak pada kapasitas dari gedung terminal karena harus ada physical distance dan prosedur pelayanan sebelum calon penumpang masuk pesawat," tambah Awaluddin.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini