25 Hari, Pergerakan di Bandara Soetta Capai 76.716 Penumpang

Isty Maulidya, Okezone · Selasa 02 Juni 2020 10:23 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 02 338 2223112 25-hari-pergerakan-di-bandara-soetta-capai-76-716-penumpang-mXxrqVGlo7.jpg Ilustrasi. Foto: Shutterstock

TANGERANG - PT Angkasa Pura II mencatat pergerakan pesawat di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) sejak tanggal 7 Mei hingga 31 Mei 2020 atau 25 hari berkisar berkisar 76.716 orang. Angka tersebut dinilai kecil dibanding dengan situasi normal yang mencapai 150.000 penumpang dalam satu hari.

"Selama 25 hari, pergerakan penumpang di Bandara Soekarno-Hatta sebanyak 76.716 datang dan pergi domestik maupun internasional. Untuk penerbangan Internasional didominasi oleh WNI repatriasi," ujar Direktur Utama PT Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin.

Awaluddin beranggapan bahwa kecilnya angka pergerakan penumpang di Bandara Soekarno-Hatta menunjukkan bahwa pengawasan dan pengendalian pergerakan orang cukup efektif dilaksanakan.

Namun, pihaknya akan tetap mengawasi pergerakan orang di seluruh bandara Angkasa Pura II terutama di Bandara Soekarno-Hatta. Pembatasan penumpang dengan kriteria khusus tetap akan dilakukan sejalan dengan Surat Edaran nomor 5 tahun 2020 tentang Kriteria Pembatasan Perjalanan Orang Dalam Rangka Percepatan Penanganan COVID-19.

"Kami akan tetap mengawal sampai penetapan pemerintah di tanggal 7 Juni 2020 selesai. Kalau ada hal-hal yang harus disesuaikan akan kami sampaikan lagi," tutur Awaluddin.

Bandara Soekarno-Hatta juga menolak calon penumpang rute domestik yang tidak melengkapi dokumen perjalanan seperti yang disyaratkan. Surat keterangan bebas COVID-19 dengan metode Rapid Test sendiri berlaku selama 3 hari. Sedangkan dengan metode polymerase chain reaction (PCR/SWAB) berlaku 7 hari.

Baca Juga: Hindari Antrean, Bandara Soekarno-Hatta Terapkan Pemeriksaan Digital 

"Hari Senin kemarin lebih dari sekitar 100 penumpang batal terbang. Paling banyak membawa dokumen atau surat kesehatan bebas COVID-19 yang sudah tidak berlaku," jelas Awaluddin.

Sementara itu selama masa pembatasan pergerakan, orang yang diizinkan untuk melakukan perjalanan lewat udara hanya orang yang melakukan perjalanan dinas untuk lembaga pemerintah atau swasta yang meyelenggarakan: Pelayanan percepatan penanganan COVID-19; pertahanan, keamanan dan ketertiban umum; kesehatan; kebutuhan dasar; pendukung layanan dasar; dan pelayanan fungsi ekonomi penting.

Masyarakat umum juga diizinkan asal memenuhi kriteria, seperti pasien yang sedang membutuhkan penanganan darurat atau salah satu anggota keluarga inti sakit keras atau meninggal dunia. Pekerja Migran Indonesia juga diizinkan untuk kembali ke daerah asal, jika telah memenuhi persyaratan yang berlaku.

Baca Juga: Ini Sebab Terjadinya Penumpukan di Bandara Soekarno Hatta

(abp)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini