PSBB Transisi, MRT Kembali Beroperasi Normal

Fadel Prayoga, Okezone · Jum'at 05 Juni 2020 06:25 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 05 338 2224799 psbb-transisi-mrt-kembali-beroperasi-normal-D2fnYzp3So.jpg Ilustrasi. (Foto : Okezone.com)

JAKARTA – PT MRT Jakarta mengubah jam operasional pada masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi, yang semula hanya melayani penumpang dari jam 05.00 hingga 18.00 saat PSBB, kini diperpanjang menjadi pukul 21.00 WIB.

Direktur Utama PT MRT Jakarta, William Sabandar mengatakan, sesuai dengan hasil arahan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk pembukaan kembali transportasi publik dalam masa transisi fase I, operasional MRT Jakarta akan kembali normal. Kemudian, jarak antar kereta juga hanya 10 menit.

“MRT Jakarta akan kembali beroperasi normal dengan membuka seluruh 13 stasiun,” kata William dalam keterangan tertulis kepada Okezone, Jumat (5/6/2020).

Personel TNI Berjaga di Stasiun MRT Bundaraan HI

Ia menambahkan, ketika memasuki akhir pekan, pihaknya melayani penumpang dari pukul 06.00 hingga 20.00 WIB. Pembatasan jumlah penumpang 62-67 orang per gerbong atau 390 orang per rangkaian kereta tetap diberlakukan.

“Menerapkan protokol kesehatan yang selama ini telah dilaksanakan seperti pemeriksaan suhu tubuh, mewajibkan pemakaian masker bagi penumpang, dan selalu mengedukasi penumpang untuk selalu menjaga jarak, rajin mencuci tangan, serta tidak berbicara, baik satu atau dua arah, selama di dalam kereta dan area peron stasiun,” katanya.

Personel TNI Berjaga di Stasiun MRT Bundaraan HI

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, untuk angkutan umum seperti taksi dan yang lain-lain diizinkan beroperasi dengan memperhatikan protokol Covid.

"Angkutan umum 50% kapasitas. Jadi MRT, Transjakarta, akan beroperasi dengan jam normal, headway yang singkat tapi kapasitas per gerbong 50%, kapasitas per bus 50%," ujarnya, dalam telekonferensi, kemarin.

Baca Juga : 17 Kecamatan di Kabupaten Bekasi Bebas Corona

Penyesuaian ini juga diberlakukan pada saat penumpang di stasiun dan halte. Tempat menunggu akan dibuat dengan jarak aman antrian 1 meter.

Kemudian untuk mobilitas kendaraan pribadi sudah bisa digunakan secara full kapasitas. Kendaraan sepeda motor dan mobil 50% kecuali digunakan satu keluarga.

Baca Juga : Pemkot Depok Izinkan Masyarakat Sholat Jumat di Masjid 

(erh)

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini