Share

PSBB Transisi, Ini Catatan Pakar Kesehatan untuk Jakarta

Pernita Hestin Untari, Okezone · Jum'at 05 Juni 2020 13:00 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 05 338 2224953 psbb-transisi-ini-catatan-pakar-kesehatan-untuk-jakarta-zcBiHOuO7u.jpg Ilustrasi PSBB. Foto: Okezone

JAKARTA - Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Transisi diberlakukan di Jakarta sebagai upaya mengatasi penularan virus corona (Covid-19).

Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), Hermawan Saputra menyebutkan perlu penguatan layanan kesehatan khususnya pada level kelurahan saat PSBB diterapkan di Ibu Kota.

“Penguatan layanan kesehatan juga harus disiapkan karena di DKI Jakarta khususnya, bisa menyentuh level kelurahan. Setiap kelurahan memiliki puskesmas, bahkan bisa satu atau dua di level kelurahan. Untuk itu perlu optimalisasi tenaga kesehatan, tenaga penyuluh dan promosi kesehatan, ahli epidemlogi, surveillance, tenaga analis lingkungan, tenaga gizi, perawat dan bidan, untuk memperkuat lini di tengah masyarakat,” kata Hermawan kepada Okezone beberapa waktu lalu.

Tidak hanya penguatan layanan kesehatan, Hermawan menambahkan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga perlu memperhatikan harmonisasi kebijakan dengan pemerintah pusat serta daerah di sekitarnya, seperti Jawa Barat dan Banten. “Harmonisasi kebijakan ini menjadi penting sekali,” ucapnya.

Selain itu, Hermawan menilai masyarakat juga perlu mawas diri dan disiplin terhadap protokol pencegahan Covid-19 untuk memutus rantai penyebarannya.

Baca Juga: PSBB Transisi, Pasar Minggu Ramai Pembeli Tak Gunakan Masker

Sementara pakar epidemologi dari Universitas Indonesia (UI) Syahrizal Syarif mengungkapkan , hingga saat ini masih belum ada bukti ilmiah faktor apa yang paling mempengaruhi penurunan reproduksi virus.

Selama masa PSBB, Syarif mengatakan angka reproduksi virus di Jakarta memang sempat menurun. Namun sayang angkanya masih fluktuatif.

Ia melanjutkan, untuk saat ini salah satu langkah paling tepat untuk mengurangi angka penyebaran virus yakni mengurangi kontak.

“Salah satunya dengan tidak membuka sekolah untuk mengurangi kemungkinan tertular. Selain itu tetap memakai masker, cuci tangan, dan jaga jarak,” imbuh Syahrizal.

Baca Juga: Hari Pertama PSBB Transisi, Masih Ada Pengendara Tak Pakai Masker

Selain itu, Syahrizal juga menambahkan mengurangi orang sakit berada di luar juga penting, dengan cara pemeriksaaan test Polymerase Chain Reaction (PCR) yang lebih masif, deteksi dini lebih cepat, dan pemeriksaan spesimen yang lebih cepat.

 

(abp)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini