Pergub DKI soal PSBB Transisi : Ganjil-Genap Berlaku untuk Mobil dan Motor

Fadel Prayoga, Okezone · Sabtu 06 Juni 2020 07:17 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 06 338 2225363 pergub-dki-soal-psbb-transisi-ganjil-genap-berlaku-untuk-mobil-dan-motor-9rT7Xn1AkA.jpg Lalu lintas di kawasan Pasar Minggu, Jaksel, macet saat hari pertama PSBB transisi. (Foto : Okezone.com/Fakhrizal Fakhri)

JAKARTA – Seluruh pengemudi mobil dan motor yang melintas di kawasan Jakarta akan terkena sistem ganjil-genap pada masa pembatasan sosial berskal besar (PSBB) transisi. Kendaraan yang dapat melewati jalanan Ibu Kota harus sesuai antara pelat nomor dan tanggalnya.

Hal itu tercantum di dalam Pasal 18 Pergub Nomor 51 Tahun 2020 Tentang Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada Masa Transisi Menuju Masyarakat Sehat, Aman, dan Produktif. Regulasi itu ditandatangani Gubernur Anies Baswedan pada 4 Juni 2020.

“Setiap pengendara kendaraan bermotor beroda 4 (empat) atau lebih dan roda 2 (dua) dengan nomor pelat ganjil dilarang melintasi ruas jalan pada tanggal genap; setiap pengendara dengan nomor pelat genap dilarang melintasi ruas jalan pada tanggal ganjil; dan nomor pelat sebagaimana dimaksud merupakan angka terakhir dan nomor pelat kendaraan bermotor,” tulis Pasal 18 Pergub Nomor 51 Tahun 2020 yang dikutip Okezone, Sabtu (6/6/2020).

Masa Transisi, Ratusan Kendaraan Terjebak Kemacetan di Pancoran

Adapun beberapa kendaraan yang dikecualikan dalam sistem ganjil-genap, yaitu kendaraan pimpinan lembaga tinggi negara Indonesia; kendaraan pemadam kebakaran dan ambulans; kendaraan untuk memberikan pertolongan pada kecelakaan lalu lintas; kendaraan pimpinan dan pejabat negara asing serta lembaga internasional yang menjadi tamu negara; kendaraan pejabat negara; kendaraan dinas operasional berpelat dinas, kepolisian dan TNI; kendaraan yang membawa penyandang disabilitas; kendaraan angkutan umum.

“Kemudian, kendaraan angkutan barang, tidak termasuk double cabin; kendaraan untuk kepentingan tertentu menurut pertimbangan petugas Kepolisian, seperti kendaraan pengangkut uang (Bank Indonesia, antar Bank, pengisian ATM) dengan pengawasan dari kepolisian; angkutan roda dua dan roda empat berbasis aplikasi yang memenuhi persyaratan berdasarkan keputusan kepala Dinas Perhubungan,” lanjutnya.

Selanjutnya, pemberlakuan kawasan pengendalian lalu lintas dengan sistem ganjil genap sebagaimana dimaksud ditetapkan dengan Keputusan Gubernur. “Dalam hal ditetapkan Keputusan Gubernur mengenai kawasan pengendalian lalu lintas dengan sistem ganjil genap, Dinas Perhubungan menetapkan pedoman teknis mengenai ruas jalan yang memberilkukan sistem ganjil genap,” ujarnya.

Sebelumnya, masa PSBB DKI Jakarta diperpanjang. Kebijakan ganjil genap di jalanan Ibu Kota masih ditiadakan hingga sepekan ke depan terhitung, Jumat 5 Juni 2020.

Baca Juga : PSBB Transisi, Penumpang KRL Jakarta-Bogor Abaikan Physical Distancing

"Pembatasan ranmor (kendaraan bermotor) dengan sistem ganjil-genap (gage) terhitung mulai tanggal 5 Juni 2020 sampai seminggu ke depan tetap ditiadakan," demikian pernyataan resmi Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya.

Baca Juga : PSBB Transisi, Ini Catatan Pakar Kesehatan untuk Jakarta

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini