Meski Sudah Diizinkan Buka, Gereja di Bekasi Pilih Ibadah Secara Virtual

Wisnu Yusep, Okezone · Sabtu 06 Juni 2020 14:07 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 06 338 2225500 meski-sudah-diizinkan-buka-gereja-di-bekasi-pilih-ibadah-secara-virtual-kIGGtfjd1J.jpg (Foto: Okezone.com/Wisnu Yusep)

BEKASI - Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat mengizinkan masyarakat melakukan kegiatan ibadah berjamaah di rumah ibadah, baik masjid, musala maupun rumah ibadah bagi pemeluk agama nonmuslim di wilayahnya.

Izin ibadah secara berjamaah dikeluarkan lewat surat edaran Wali Kota Bekasi Nomor 450/3408/Setda.Kessos tentang protokol pelaksanaan ibadah berjamaah bagi masyarakat untuk mencegah penularan virus corona atau Covid-19 di Kota Bekasi.

Namun, berdasarkan pantauan Okezone ke sejumlah gereja di Kota Bekasi, banyak rumah ibadah yang tidak menggelar kegiatan ibadah kebaktian. Seperti Gereja Katolik Santa Clara-Paroki Bekasi Utara di Jalan Nusantara Raya, RT 007/RW 018, Harapan Baru, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, Jawa Barat. Gereja tersebut tampak sepi tanpa aktivitas yang berarti. Pintu gerbang pun terlihat masih tertutup.

Begitu juga di gereja GSJK di Jalan Alpukat Raya, Blok VK, No 8, RT 006/RW 020, Pejuang, Medan Satria, Kota Bekasi. Tidak ada seroang pun yang bisa dimintai keterangannya.

Baca juga: Belum Saatnya Membuka Kembali Sekolah

Selanjutnya di Gereja Pantekosta di Jalan Sersan Awan No 10, RT 014/RW 010, Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi. Gereja tersebut kosong tanpa ada kegiatan.

Begitu juga di Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) Sitelusada yang terletak di Jalan Raya Mustika Sari No 86, Bantar Gebang, Kota Bekasi, Jawa Barat.

Ketua GBKP Sitelusada Fitri Parangin-angin menyebutkan, meski Pemkot Bekasi telah memperbolehkan rumah ibadah kembali menggelar rutinitas keagamaan, pihaknya sampai saat ini belum membuka kegiatan di gereja.

Ibadah mingguan masih via live streaming, sambil mempersiapkan semua protokol kesehatan di dalam gereja.

"Di samping itu juga kita memperhatikan SE menteri agama no 15 tanggal 29 Mei 2020. Sehingga kita harus benar-benar siapkan dan pastikan protokol kesehatan sudah bisa kita laksanakan," kata Fitri ketika berbincang dengan Okezone, Sabtu (6/6/2020).

Fitri mengatakan, pihaknya tidak ingin mengambil risiko, meski Pemkot Bekasi telah memperbolehkan warganya menggelar kegiatan di rumah ibadah. Dirinya tidak ingin adanya klaster baru dalam penyebaran virus corona.

"Semua kita ikuti aturan tentang protokol kesehatan, baik yang dari luar kelurahan pun semua akan dibatasi," kata Fitri.

Kegiatan keagaman di gereja kemungkinan besar akan dibuka kembali pada awal Juli 2020. Hal itu seiring dengan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi new normal, yang berakhir pada Juli 2020.

"Kemungkinan besar kalau kita mengikuti anjuran Pemerintah, Juli kita bisa menggelar kembali kegiatan ibadah di gereja," jelasnya.

Terlebih, sampai saat ini pihaknya belum mengajukan surat ke ketua gugus tugas pengendalian penyebaran virus corona di Kota Bekasi.

"Kita harus mengajukan dulu surat ke ketua gugus tugas Covid-19, dan koordinasi kepada Klasis Bekasi-Denpasar selaku runggun," ungkapnya.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini