Gereja di Bekasi Tak Mau Ambil Risiko Gelar Kegiatan Keagamaan

Wisnu Yusep, Okezone · Sabtu 06 Juni 2020 20:06 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 06 06 338 2225625 gereja-di-bekasi-tak-mau-ambil-risiko-gelar-kegiatan-keagamaan-fvFlYqFhKB.jpg Gereja di Bekasi tak mau ambil risiko gelar peribadatan (Foto : Okezone.com/Wisnu)

BEKASI - Secara keseluruhan Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) Sitelusada yang terletak di Jalan Raya Mustika Sari No 86, Bantar Gebang, Kota Bekasi, Jawa Barat sudah siap untuk memulai kegiatan keagamaan di gereja.

Hal tersebut dipastikan Ketua GBKP Sitelusada Fitri Parangin-angin ketika dikonfirmasi mengenai Pemerintah Kota Bekasi yang memperbolehkan rumah ibadah menggelar kehiatan keagamaan.

"Kalau di kita secara fisik sudah siap. Tapi kita tidak mau ambil risiko," kata Fitri ketika berbincang dengan Okezone, Sabtu (6/6/2020).

Sebelum kembali menggelar kegiatan keagamaan di gereja, Fitri mengaku akan membangun komunikasi dengan Klasis Bekasi-Denpasar, yang menaungi 15 runggun.

"Kita akan bicara dulu dengan klasis. Karena jangan sampai ada klaster baru kan repot. Jadi yang ibadah benar-benar sehat. Tetapi sejauh ini kita tetap menggelar live streaming," kata Fitri.

Setelah itu, baru pihaknya mengajukan izin kepada gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 di Kota Bekasi. "Kita mengajukan dulu ke gugus tugas," jelasnya.

Meski begitu, diakui Fitri, semua protokol kesehatan yang berlaku sudah disiapkan oleh gerejanya. Seperti penerapan sosial distanting, wajib menggunakan masker, penyemprotan disenfektan. "Semua protokol kesehatan disiapkan. Termasuk jumlah maksimal jemaat 30 persen, usia lansia tidak diperkenankan dulu," ungkapnya.

Yang pasti, lanjut Fitri, pihaknya saat ini tengah mensinkronkan peraturan pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama dengan peraturan dari Klasis Bekasi-Denpasar. "Klasis Bekasi Denpasar itu terdiri dari 15 runggun. Nah, ini harus disingkronkan dulu dengan yang lain termasuk dari Kementian Agama, intinya kita tetap mengikutu imbauan dan aturan yang ditetapkan pemerintah," ungkapnya.

Baca Juga : Penyakit Ginjal hingga Jantung Berbahaya bagi Penderita Corona

Pihaknya berencana membuka kembali gereja, pada bulan Juli 2020. Itu pun bila masalah virus corona atau Covid-19 ini berlalu.

Berdasarkan pengamatan Okezone di lapangan, tak hanya gereja Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) Sitelusada yang menutup kegiatan kebaktian. Sejumlah gereja di Kota Bekasi pun ditutup sementara. Seperti, HKBP Harapan Baru, GPIB Harapan Baru, GKJ Bekasi, Gereja Pantekosta-GPdI Jemaat Anugerah Bekasi, Gereja Tiberias Bekasi Cyber Park, GBI Filadelfia Harapan Indah 3 pun tutup sementara.

(aky)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini