Masyarakat Sambut Positif Ojol Diperbolehkan Angkut Penumpang Kembali

Harits Tryan Akhmad, Okezone · Senin 08 Juni 2020 12:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 08 338 2226157 masyarakat-sambut-positif-ojol-diperbolehkan-angkut-penumpang-kembali-MdLFUN8dDF.jpg Ojek Online mulai diperbolehkan angkut penumpang (foto: Okezone)

JAKARTA - Saat masa pembatasan sosial bersekala besar (PSBB) transisi per 8 Juni ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memperbolehkan ojek online (ojol) membawa penumpang.

Masyarakat pun menyambut positif diperbolehkan kembali ojol membawa penumpang. Pasalnya beberapa bulan lalu ojol tak diperbolehkan membonceng penumpang lantaran adanya pandemi virus corona atau Covid-19 di Indonesia.

Salah satu pengguna ojek online yakni Rian mengaku sangat terbantu dengan kebijakan yang dikeluarkan Pemprov DKI dimana ojol boleh kembali membawa penumpang.

“Ojek online sangat, membantu sekali” kata Rian saat berbincang dengan Okezone di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, Senin (8/6/2020).

Karyawan swasta ini mengaku sempat menaiki transportasi umum lainnya yakni TransJakarta. Namun, terjadi penumpukan dan jumlah penumpang dibatasi lantaran hanya 50 persen saja daya angkutnya.

Setelah itu dia mendapat info dari rekannya jika ojek online sudah bisa beroperasi mengangkut penumpang. Dia pun langsung mengorder agar tak telat sampai ke tempat kerjanya di kawasan Blok M, Jakarta Selatan.

“Sekarang kan baru bisa pake itu di Jakarta ya, kalo menurut saya karena sekarang tanggal 8 mobilitas warga sudah banyak. Terus juga tadi saya sempet naik busway dibatasi, tiketnya abis saya cek aplikasi ojol bisa dan buat kita membantu sekali,” tuturnya.

Disamping itu, Rian mengaku tak merasa khawatir bakal tertular virus Covid-19 usai naik ojol yang tak dikenalnya. Menurut dia kunci agar tidak terular adalah tetap menjaga jarak dan menjaga kebersihan.

“Dari kita masing-masing bisa menyesuaikan dan menjaga supaya (naik) ojol kan berdempatan yang penting jaga kesehatan diri kita sendiri sih,” tutupnya.

Sebagaimana diketahui dalam Keputusan Gubernur Jakarta Nomor 563 Tahun 2020 Tentang Pemberlakuan, Tahapan dan Pelaksanaan Kegiatan/Aktivitas Pembatasan Sosial Berskala Besar Pada Masa Transisi Menuju Masyarakat, Sehat, Aman dan Produktif.

Ojol sendiri sebetulnya memang salah satu moda transportasi yang boleh beroperasi saat pandemi Covid-19. Namun, sebelum PSBB masa transisi, ojek berbasis aplikasi online itu hanya melayani pengataran barang dan makanan.

Terkait dengan diperbolehkannya ojol mengangkut penumpang, Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta pun mengeluarkan aturan ojol terkait dengan standar protokol kesehatan.

Hal itu tertuang dalam Keputusan Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta Nomor 105 Tahun 2020 tentang Pengendalian Sektor Transportasi Untuk Pencegahan Covid-19 Pada Masa Transisi Menuju Masyarakat Sehat, Aman dan Produktif.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini