Alasan Warga Jemput Paksa Jenazah di Bekasi, Berawal dari Rapid Test Negatif

Wisnu Yusep, Okezone · Rabu 10 Juni 2020 10:22 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 10 338 2227389 kronologi-warga-jemput-paksa-jenazah-di-bekasi-berawal-dari-rapid-test-negatif-enTuY46XUt.jpg Ilustrasi. Foto: Okezone

BEKASI - Setelah melakukan penjemputan paksa terhadap jenazah pasien Covid-19 di Rumah Sakit Mekarsari, Kelurahan Bekasi Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, pihak keluarga mengklaim panik karena virus corona atau Covid-19.

Penjelasan tersebut disampaikan pihak keluarga melalui Kepala Desa Srimukti, Sadam Rinta. Padahal, kata Sadam, almarhum sudah beberapa kali menjalani pemeriksaan virus corona hasilnya negatif.

"Pada 3 Juni lalu memang sempat mejalani perawatan dengan diagnosis paru. Tapi, setelah korban melakukan rapid test dan hasilnya negatif," ungkap Sadam kepada wartawan, Rabu (10/6/2020).

Pihak rumah sakit, lanjut Sadam, juga melakukan pemeriksaan kembali terhadap jenazah, tapi hasilnya pun negatif. "Hasilnya negatif, dan pada 8 Juni dinyatakan meninggal dunia," kata Sadam.

Baca Juga: Keluarga yang Ambil Paksa Jenazah PDP Corona di Bekasi Minta Maaf 

Di situ, lanjut Sadam, karena hasilnya negatif warga menolak pemakaman terhadap jenazah dengan protokol kesehatan dari rumah sakit.

"Kemudian begitu, warga yang menolak pemakaman dengan protokol kesehatan selanjutnya mengambil jenazah dari rumah sakit," bebernya.

Diketahui, pada Senin 8 Juni 2020 warga dari Kampung Srimukti melakukan penjemputan paksa jenazah di RS Mekarsari.

Mereka menjemput jenazah warga asal Srimukti karena merasa jenazah tersebut meninggal bukan karena virus corona.

(abp)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini